FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Dicecar Rincian Dana Kunker Bupati Jember ke Belanda, Pemkab Kelabakan

Birokrasi     Dibaca : 76 kali Jurnalis:
Dicecar Rincian Dana Kunker Bupati Jember ke Belanda, Pemkab Kelabakan
FaktualNews.co/Istimewa/
Bupati Jember Faida MMR

JEMBER, FaktualNews.co – Pembahasan mengenai perubahan APBD 2018 Kabupaten Jember sudah dimulai. Bahkan diketahui dalam rapat antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember dengan Tim Anggaran (Timgar) Pemkab Jember, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) meminta adanya penambahan anggaran.

Namun, ada yang menarik dalam rapat tersebut. Saat Bagian Umum Pemkab Jember meminta adanya tambahan anggaran untuk kegiatan kunjungan kerja (kunker) Bupati Jember, dari Rp 1 miliar, menjadi Rp 2,5 miliar.

Seolah menyindir, permintaan tambahan anggaran menjadi Rp 2,5 miliar itu tersebut justru dinilai kurang oleh Banggar DPRD Jember. Sebab, dengan mobilisasi tinggi bupati dalam melakukan kunker, tentu membutuhkan anggaran yang sesuai.

Sindiran yang dilontarkan kalangan legislatif itu berawal dari pertanyaan anggota Banggar DPRD Jember Siswono. Ketika itu, Siswono menanyakan soal anggaran kunjungan kerja Bupati Faida ke Belanda beberapa waktu lalu kepada Kepala Bagian Umum Pemkab Joko Prijono.

Dalam rapat tersebut, Siswono meminta rincian anggaran Bupati Faida saat ke Belanda selama beberapa hari waktu itu. Namun ternyata, Joko tak mau menjelaskan jumlah anggaran kunker bupati itu.

“Tentu dibiayai dari APBD Bagian Umum,” kata Joko saat rapat di ruang Banmus Gedung Parlemen, Kamis siang (20/9/2018).

Karena tak dapat menjelaskan secara rinci, kemudian ditimpali lagi oleh Siswono. Siswono menyebut jika penambahan anggaran yang diajukan tersebut terbilang minim. Sebab untuk kunjungan kerja ke luar negeri membutuhkan anggaran yang sesuai.

“Kenapa kok minim? Kenapa kok hanya Rp 2,5 miliar? Tidak kurang?” tanya Siswono.

Legislator Gerindra ini menilai, mobilisasi bupati kan sangat tinggi. Sehingga perlu untuk didukung dengan anggaran kunjungan kerja yang sesuai.

“Aktivitas bupati ini kan tinggi. Sedikit-sedikit ke Jakarta, sedikit-sedikit ke luar pulau. Jadi fair saja, berapa anggarannya? Masa Rp 2,5 miliar cukup,” sindirnya.

Namun hingga rapat pembahasan dengan Bagian Umum selesai, tak ada tambahan lagi untuk anggaran kunjungan kerja bupati.

Editor
Z Arivin