FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kekeringan Masih Hantui Kabupaten Pasuruan

Peristiwa     Dibaca : 125 kali Jurnalis:
Kekeringan Masih Hantui Kabupaten Pasuruan
Ilustrasi Kekeringan

PASURUAN, FaktualNews.co – Meski hujan mulai turun di beberapa tempat di Kabupaten Pasuruan, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperbanyak volume dropping air bersih ke 20 Desa di 5 kecamatan yang ditetapkan sebagai daerah rawan kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana mengatakan, apabila sebelumnya hanya dua kali pengiriman dalam sehari, akan tetapi dropping air bersih kini dilakukan selama tiga kali dalam satu hari dengan menggunakan armada tangki air dari BPBD, PDAM, Dinas Sosial, Cipta Karya dan Palang Merah Indonesia (PMI).

“Hal itu disebabkan meluasnya area kekeringan yang sebelumnya hanya di 19 desa menjadi 20 desa. Sekarang menyusul ada Desa Wonosunyo, tepatnya di Dusun Belahan, Kecamatan Gempol yang juga mengalami kekeringan, sehingga butuh pengiriman air bersih,” papar Bakti saat dihubungi via selulernya, Kamis (20/9/2018).

Bakti memjelaskan, khusus untuk Dusun Belahan, sekitar ada 200-300 KK terdampak kekeringan sejak beberapa pekan ini, yang tentunya membutuhkan air bersih. Bukan tidak ada air di tempat tersebut, melainkan susahnya menyedot air dengan pipa yang mengalami disfungsi, serta sebagai dampak dari penambangan yang semakin meningkat.

“Sebenarnya airnya banyak, Cuma karena pompa diesel tidak bisa menarik air, sehingga untuk sementara kita kirim air sampai benar-benar sudah mandiri, kebetulan juga daerah itu banyak aktifitas penambangan. Sehingga hal itu juga besar kemungkinan ada sedikit kendala terkait permasalahan teknis di lapangan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, selain Desa Wonosunyo, ada 19 desa lain yang terdampak kekeringan, diantaranya Desa Cukur Guling, Karangjati, Karangasem, Watulumbung dan Desa Lumbang di Kecamatan Lumbang. Berikutnya Desa Balunganyar, Pasinan, Semedusari, dan Wates, Kecamatan Lekok, kemudian Desa Jeladri, Kedungrejo dan Sumberrejo, Kecamatan Winongan.

Juga Desa Sibon, Petung, Klakah, Tambakrejo, Mangguan dan Ngantungan, Kecamatan Pasrepan, serta Desa Bulusari, Kecamatan Gempol. 20 desa itu masuk dalam kategori kering kritis. Sementara masyarakat sudah tidak bisa mencari atau menemukan sumber dan air bersih melebihi jarak 4 kilometer dari tempat tinggalnya.

“Untuk mengatasi problema air bersih ke warga terdampak ini, Pemkab Pasuruan juga telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 400 juta untuk distribusi air bersih ke semua desa terdampak kekeringan. Mudah-mudahan dampak dari kekeringan ini bisa teratasi segera seiring dengan saat memasuki musim hujan nantinya,” pungkasnya.

Editor
Saiful Arief
Tags

YUK BACA

Loading...