FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Unim Mojokerto Dorong Desa Wisata ‘Kampung Bambu’ Rejosari

Wisata     Dibaca : 162 kali Jurnalis:
Unim Mojokerto Dorong Desa Wisata ‘Kampung Bambu’ Rejosari
FaktualNews.co/Istimewa/
Sosialisasi pengembangan masyarakat paham desa wisata di balai Desa Rejosari, Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto, Jawa Timur, mendorong tumbuhnya desa wisata ‘kampung bambu’ di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo.

Untuk mewujudkan desa wisata ‘kampung bambu’ mahasiswa Unim Mojokerto menggelar sosialisasi pengembangan masyarakat paham desa wisata di balai desa setempat.

“Sosialisasi ini supaya masyarakat paham apa itu desa wisata. Setelah mereka paham, pasti mereka akan punya kesadaran untuk ikut andil mensukseskan program kampung bambu,” kata salah satu peserta KKN Unim, Lailis Firdaus.

Selain itu di dalam sosialisasi, lanjutnya juga dijelaskan langkah-langkah yang bisa diambil. “Bagaimanapun juga, masyarakat Rejosari yang nantinya menjadi aktor dalam menjalankan kampung bambu. Selain itu agar mereka juga merasakan manfaat dari adanya kampung bambu kelak,” tegas Lailis.

Sekedar diketahui, Desa Rejosari merupakan salah satu wilayah di Mojokerto yang memiliki pontensi alam melimpah. Salah satu kekayaan alam yang di miliki Rejosari adalah bambu. Hal tersebutlah yang akhirnya tercetus ide untuk membentuk kampung bambu.

Untuk mewujudkan program ini, tentu dibutuh langkah yang panjang, salah satunya ialah melakukan observasi dan studi banding dengan desa yang memiliki program yang sama. “Untuk melakukan studi banding, Rejosari bisa datang ke Lumajang atau ke Semarang. Karena dua daerah ini terhitung suskses menjalankan program kampung bambunya,” tutur salah satu narasumber, Nuril Ahmad.

Untuk membuat keunikan yang bisa ditonjolkan, Nuril menyarankan agar Rejosari nantinya bisa membuat kebun bambu yang di dalamnya isinya bibit-bibit dari seluruh Indonesia. “Karena hal ini masih belum ada di Indonesia. Kalau kebun kopi kan banyak. Jadi ini salah satu yang bisa ditonjolkan,” kata pria yang juga berprofesi sebagai dosen tersebut.

Editor
Saiful Arief