FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Diduga Depresi, Warga Mojokerto Tewas Tertabrak KA di Sidoarjo

Peristiwa     Dibaca : 215 kali Jurnalis:
Diduga Depresi, Warga Mojokerto Tewas Tertabrak KA di Sidoarjo
FaktualNews.co/Alfan Imroni/
Evakuasi korban kecelakaan KA di Sidoarjo.

SIDOARJO, FaktualNews.co – Mustofa (49), warga Kutorejo RT 03 RW 02, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto tewas setelah tertabrak kereta api pertamina di perlintasan KM 19, Desa Seruni, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Senin (24/9/2018).

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, kejadian itu terjadi sekira pukul 14.07 WIB. Awalnya, seseorang yang indekost di Desa Punggul, Kecamatan Gedangan itu, berjalan kaki dan menyebrang di sebelah selatan palang pintu Seruni, Gedangan, Sidoarjo.

Bersamaan dengan korban menyebrang rel kereta api, melaju Kereta Api Pertamina loc 2623 dari arah Surabaya-Malang. Sehingga seorang karyawan Maspion III tersebut tertabrak dan terseret hingga 20 meter serta tewas di lokasi kejadian.

“Tadi menyebrang ke barat, tiba-tiba tertabrak kereta api dari utara,” ucap Asmuin (30), warga Deda punggul, Gedangan, Sidoarjo saat melintas di TKP.

Korban yang meninggal dengan luka remuk disekujur tubuhnya tersebut, kemudian di evakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo untuk dilakukan visum. “Sudah dievakuasi ke RSUD Sidoarjo,” kata anggota reskrim Polsek Gedangan Aiptu Mujib saat di TKP.

Sementara di lokasi kejadian, istri korban yang mendapat kabar bahwa suaminya terlibat kecelakaan kereta, langsung ke lokasi kejadian. Karena tak kuasa melihat kondisi suaminya yang mengenaskan, mengalami pingsan beberapa kali.

“Masih kami selidiki terkait penyebabnya apa. Karena menurut keterangan warga, masih simpang siur. Ada yang bilang nyebrang ke barat, ada yang nyebrang ke timur,” ucapnya.

Sementara itu, menurut Mohammad Aladin (36), warga yang dekat dengan kos korban mengatakan bahwa korban sering terlihat depresi dan mondar-mandir di kawasan TKP. “Sering terlihat kalo mondar-mandir, seperti ada masalah gitu,” ucapnya.

Menurut pantauan, meski korban sudah dievakuasi ke rumah sakit, banyak pengguna jalan yang mengurangi kecepatannya untuk melihat warga yang masih berkerumun di TKP, sehingga Jl Raya Seruni sempat tersendat.

Editor
Saiful Arief