Kesehatan

Kasus Difteri di Jatim, Mayoritas Diderita Kelompok Usia 5-9 Tahun

JEMBER, FaktualNews.co – Persoalan difteri di Jawa Timur, perlu menjadi perhatian khusus. Berdasarkan surveilans epidemiologi, jumlah kasus terbanyak di Indonesia adalah pada kelompok usia 5 -9 tahun. Namun difteri masih ditemukan pada usia di atas 14 tahun. Anak-anak sangat rentan karena memang kadang kontak langsung dengan penderita lebih banyak serta imunnya masih belum sempurna.

“Untuk orang dewasa biasanya lebih mobile sehingga tidak terlalu banyak kontak dengan penderita serta lebih jarang terkena penyakit ini,” ujar dosen Departemen Epidemiolog FKM Unair Surabaya,  Muhammad Atoillah Isfandiari dalam FGD Difter di Jember, Selasa (25/9/2018).

Selain itu, kata Atoillah, penularan difteri terjadi melalui percikan ludah dan kontak langsung. Penyebaran kontak langsung terjadi melalui luka yang terbuka.

Oleh karena itu, ORI dilakukan berdasarkan sebaran usia kasus dan luas wilayah minimal satu kecamatan atau lebih dengan mempertimbangkan faktor-faktor epidemiologis seperti cakupan imunisasi, mobilitas penduduk, serta kepadatan penduduk di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Di Jawa Timur sendiri menurut Dr. Atoillah, yang cakupannya tergolong rendah yakni di pulau Madura. Ada 4 Kabupaten di Madura yang cakupan ORI-nya, itu masih dibawah 90 persen “Karena populasi masyarakatnya, banyak migrasi atau berpindah pindah,” jelasnya. Hal ini tentu saja menjadi tantangan dan harus difasilitasi oleh semua pihak, termasuk tokoh masyarakat.

“Kalau datanya berubah tiap hari akan merepotkan bagi tenaga kesehatan,” jelasnya. Pihaknya optimis hal ini bisa diatasi, dengan teroboson yang dilakukan oleh Dinkes Provinsi dengan Univeristas Trunojoyo. “Sudah ada 1000 lebih mahasiswa baru yang sudah divaksin difteri. Total bisa lebih dari satu juta,” pungkasnya.

Share