FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Suruh Gadis Setor Foto Bugil, Paranormal Gadungan di Blitar Dibekuk Polisi

Peristiwa     Dibaca : 647 kali Jurnalis:
Suruh Gadis Setor Foto Bugil, Paranormal Gadungan di Blitar Dibekuk Polisi
FaktualNews.co/Dwi Haryadi/
Kapolres Blitar, AKBP Anisulah M Ridho menujukan barang bukti sebuah hp hasil tipuan pelaku.

BLITAR, FaktualNews.co- Mengaku memiliki kekuatan indera keenam, membuat Moh Mohemin Alifi (27) warga Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, harus mendekam di tahanan Mapolres Blitar. Pasalnya, seorang gadis berinisial AY, warga Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar menjadi korban, disuruh foto telanjang kemudian diploroti hartanya.

Beruntung, kejadian tersebut diketahui oleh orang tua gadis tersebut, yang kemudian melaporkan ke polisi. Ketika korban hendak menyerahkan barang yang diminta tersangka, polisi membuntuti dan berhasil menangkap tersangka pada Jum’at (14/9/2018) lalu.

Dari hasil penyelidikan, nampaknya pelaku sudah berkali-kali melakukan pemerasan dengan modus serupa. Mulanya pelaku mencari korban perempuan muda. Selanjutnya, tersangka mengatakan kalau dirinya melihat sesosok mahluk halus selalu membuntuti korban.

Dikatakan tersangka, jika hal tersebut dibiarkan bisa membahayakan orang tuanya. Oleh sebab itu mahluk halus itu harus segera diusir, dengan cara foto telanjang korban.

“Seperti kasus terakhir ini tersangka mengaku bisa mengusir mahluk halus yang mengikuti korban. Lalu tersangka meminta nomor handphone korban, Kemudian menyuruh korban untuk foto telanjang, dengan alasan foto tersebut digunakan untuk mengusir roh halus,” ungkap Kapolres Blitar, AKBP Anisulah M ridho dalam press release Selasa, (25/9/2018).

Anis menambahkan, setelah berhasil mendapatkan foto telanjang, kemudian memanfaatkan untuk mengancam korban. Ancamannya akan menyebarkan foto telanjang itu ke media sosial jika tidak memberikan sejumlah uang. Pelaku juga meminta korban untuk berhubungan badan dengannya. Selainitu meminta memberikan uang sebesar Rp 120 ribu dan empat buah HP merek Samsung, Lenovo, Wiko, dan Vivo milik korban.

“Jadi selain korban AY, tersangka juga mengaku melakukan perbuatan serupa dengan empat korban lain. Kami minta bagi warga menjadi korban, melaporkan ke polisi, untuk diusut, ” ujarnya.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka terjerat pasal 369 KUHP tentang tindak pemerasan. Dimana ancamannya sesuai pasal itu berupa empat tahun penjara. “Kami masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Tidak menutup kemungkinan dikenakan pasal berlapis tidak hanya pemerasan saja,”pungkas kapolres. (Dwi Hariyadi)

 

Editor
Nurul Yaqin
Tags

YUK BACA

Loading...