FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Juragan Catering Pasuruan Tewas, Diduga Kena Sabetan Clurit

Peristiwa     Dibaca : 91 kali Jurnalis:
Juragan Catering Pasuruan Tewas, Diduga Kena Sabetan Clurit
FaktualNews.co/Aziz/
Korban saat dievakuasi setelah ditemukan tewas dalam kondisi terluka seperti terkena sabetan sajam dan pukulan di bagian belakang kepala.

PASURUAN, FaktualNews.co – Warga Dusun Klenggoan, Rt 03 Rw 06, Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, gempar. Pasalnya, Slamet (45) warga setempat ditemukan tewas mengenaskan dengan luka menganga di bagian belakang kepala, dalam kondisi tergeletak di rumahnya, pada Rabu (26/9/2018) pagi.

Dugaan kuat, pria yang dikenal sebagai pengusaha catering ini menjadi korban penganiayaan. Korban ditemukan tergeletak masih mengenakan celana pendek hitam kombinasi kuning dan kaos oblong abu-abu.”Korban ditemukan oleh salah satu karyawannya,” ujar Mahmud, tokoh masyarakat desa setempat, di lokasi.

Kejadian yang bikin teka-teki hingga menewaskan juragan carering ini, ternyata kalangan tetangganya juga tak mengetahui secara pasti kejadian tersebut. Karena tak ada tanda-tanda yang mencurigakan, seperti ada gaduh atau lainnya yang bisa memunculkan perhatian warga sekitar.“Karyawan itu langsung teriak minta tolong,” ujar seorang polisi, saat berada di lokasi.

Tewasnya korban awal kali ditemukan oleh salah satu karyawannya, yang saat itu hendak bekerja, sekitar pukul 07.00 WIB. Karuan saja, melihat juraganya bersimbah darah, beberapa karyawan lainnya ikut panik dan melaporkannya ke perangkat desa setempat yang kemudian diteruskan ke Polsek Rejoso. Saat ini, jasad korban masih di RS Bhayangkara Porong untuk diotopsi.

Polisi juga telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari saksi dan sejumlah warga. Belum dipastikan penyebab kematian korban. Tapi kuat dugaan, Slamet tewas akibat dianiaya, lantaran disabet benda tajam.”Kami akan mendalami kasus ini. Dugaan meninggalnya korban akibat dianiaya,” jelas Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet S.

Editor
Nurul Yaqin
Tags