FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Menteri BUMN Jadikan Desa Sendangharjo Lamongan Sebagai Kawasan Budidaya Melon

Ekonomi     Dibaca : 84 kali Jurnalis:
Menteri BUMN Jadikan Desa Sendangharjo Lamongan Sebagai Kawasan Budidaya Melon
FaktualNews.co/Ahmad Faisol/
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Rini Soemarno (tiga kanan) dan Bupati Lamongan Fadeli (kanan) saat panen buah melon di Desa Sendangharjo.

LAMONGAN, FaktualNews.co – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Rini Soemarno menegaskan akan menjadikan Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan sebagai kawasan budidaya buah melon.

Ini diungkapkan Menteri BUMN saat panen raya melon di Desa Sendangharjo, Kamis (27/9/2018).

Untuk pengembangan kawasan budidaya melon, menurut Rini akan dimulai dengan pembuatan green house bagi pembudidaya melon di Sendangharjo. Green house ini nantinya akan mnejadi prototype bagi pengembangan kawasan budidaya melon.

“Saya senang melihat keberhasilan petani di Sendangharjo. Ini seperti harapan Bapak Presiden (Joko Widodo), agar petani bisa menjadi lebih baik,” kata Menteri BUMN.

Kata Rini, kementeriannya diberi tugas Presiden RI, Joko Widodo untuk meningkatkan pendapatan petani. Salah satunya dengan mendirikan green house bagi petani melon di Desa Sendangharjo. Selain itu, Badan usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama akan diberdayakan lewat mitra BUMDes Nusantara.

BUMDes ini nantinya akan didorong untuk membuat berbagai unit usaha. Termasuk untuk membeli produk dari petani.

“Selama ini produk petani kita sudah bagus. Tapi kesulitan untuk mendapatkan harga yang bagus,” tutur Rini.

Pemberdayaan BUMDes ini seiring dengan upaya yang sudah dilakukan Bupati Lamongan Fadeli.

Menurut Fadeli, saat ini seluruh desa di Lamongan sudah memiliki BUMDes. Dari sebanyak 462 BUMDes, 45 diantaranya dikategorikan maju karena sudah memiliki lebih dari tiga unit usaha. Kemudian 221 BUMDes masuk kategori berkembang karena memiliki dua unit usaha dan 196 sisanya perintis karena baru didirikan.

Penyertaan modal di BUMDes juga cukup tinggi. Tahun 2015 baru sebesar Rp 504 juta, kemudian naik menjadi Rp 6 miliar pada 2016, Rp 6,5 miliar pada 2017 dan menjadi Rp 12,4 pada 2018.

“Kami berharap, upaya meningkatkan kesejahteraan melalui BUMDes ini bisa mendapat sentuhan dari BUMN. Khusus Sendangharjo, besar harapan kami dan para petani, agar bisa dijadikan kawasan budi daya melon,” kata Fadeli.

Editor
Saiful Arief