FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Hingga Hari ke Empat, Pelamar CPNS Situbondo Mencapai 437 Orang

Nasional     Dibaca : 131 kali Jurnalis:
Hingga Hari ke Empat, Pelamar CPNS Situbondo Mencapai 437 Orang
FaktualNews.co/Fatur/
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Situbondo Syaifullah.

SITUBONDO, FaktualNews.co-Meski dalam beberapa hari terakhir ini, akses portal sistem seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) nasional, yang dikelola langsung oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN) eror. Namun, hingga hari ke-empat, jumlah pendaftar CPNS dilingkup Pemkab Situbondo, mencapai 437 pelamar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Situbondo, Syaifullah mengatakan, diakui akses portal sistem seleksi CPNS nasional yang dikelola BKN itu lelet. Bahkan, leletnya portal ini tidak hanya dialami di Situbondo, melainkan dialami oleh sejumlah daerah di Indonesia. “Sepertinya ini menjadi persoalan nasional ya,” kata Syaifullah, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/10/2018).

Menurutnya, untuk menyelesaikan masalah tersebut. Saat ini Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Situbondo, sedang mengikuti rapat di BKN. Tujuannya untuk mencari solusi agar pendaftaran CPNS mudah diakses.

“Semoga segera ada solusinya. Karena alokasi yang kita miliki sebanyak 227 CPNS, pasti banyak peminatnya,” ujarnya.

Diperoleh keterangaan, sejak dibukanya pendaftaran pada 28 September 2018 melalui situs resmi pendaftaran sscn.bkn.go.id hingga hari ke empat pukul 11. 45 WIB tercatat ada 437 pelamar.

Pelamar terbanyak yakni sebagai Guru Kelas, Ahli Pertama sebanyak 104 pelamar, disusul Guru Bahasa Inggris Ahli Pertama sebanyak 41 pelamar, dan Guru IPS Ahli Pertama sebanyak 33 pelamar.

“Terakhir pendaftaran 12 Oktober 2018. Tetapi kalau kondisinya seperti ini banyak yang tidak tertampung. Semoga saja ada solusi dari Kepala BKPSDM,”ujar Syaifullah.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Tahun 2018 ini, Pemkab Situbondo mendapatkan kouta CPNS sebanyak 227 orang dengan rincian, sebanyak 70 untuk tenaga pendidikan, 70 untuk tenaga kesehatan dan 39 untuk tenaga teknis. Selebihnya untuk formasi khusus sebanyak 48 orang.

Editor
Nurul Yaqin