FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Selamat dari Bencana di Palu, Warga Mojokerto Pulang Berharap Bantuan

Nasional     Dibaca : 122 kali Jurnalis:
Selamat dari Bencana di Palu, Warga Mojokerto Pulang Berharap Bantuan
FaktualNews.co/Amanullah/
Warga Mojokerto, yang selamat dari bencana di Palu,yang kini berada di Mojokerto.

MOJOKERTO, FaktualNews.co- Gempa berkekuatan 6,4 SR yang disertai gelombang tsunami setinggi 2 hingga 6 meter dengan kecepatan sekitar 200 hingga 400 kilo meter perjam, yang melanda Sulawesi Tengah pada Jum’at (28/09/2018) membuat ribuan bangunan rumah penduduk rata dengan tanah.

Akibat dari musibah bencana alam tersebut, tidak sedikit warga yang terluka bahkan yang meninggal dunia akibat kedasyatan gempa dan tsunami di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) tersebut.

Ada yang sangat beruntung dibalik musibah yang mengguncang Kota Palu tersebut. Adalah satu keluarga asal Mojokerto, yang tinggal di rumah kontrakan yang berada di Perumahan Petopo Permai, Kota Palu yang juga menjadi salah satu lokasi terjadinya gempa dan tsunami pada saat itu.

Meraka adalah satu keluarga asal Dusun Sambisari, Desa Kutorejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jatim, yang selamat dari bencana gempa bumi tsunami di Palu. Namun, mereka kehilangan sembilan anggota keluarga lainnya yang juga sama-sama tinggal di Palu.

Adalah, pasangan suami istri (pasutri), Nur Afif dan Fian Permata Sari, warga Mojokerto yang selamat dari bencana di Palu tersebut. Kini, keduanya sudah kembali ke Mojokerto, dengan menumpang pesawat Hercules bersama anaknya.

Saat ditemui di rumahnya, di Dusun Sambisari, Desa Kutorejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mereka mengaku sampai saat ini masih trauma dengan kejadian di Palu ketika itu. “Apalagi, masih terus mengingat dan masih terbayang keluarga yang hilang, Sebanyak sembilan orang anggota keluarga saya yang sampai sekarang masih hilang, ” ujar Nur Afif dengan suara lirih, Rabu (3/10/2018).

Dijelaskan, keluarganya yang hingga sekarang masih belum jelas keberadaannya diantaranya adalah, dua kakak dan kakak ipar, empat keponakan dan mertuanya. “Sampai saat ini belum ditemukan, bahkam keberadan merekapun juga belum belum diketahui,”ujarnya lagi.

Meski begitu, pihaknya juga terus berusaha menghubungi melalui layanan telephon berulang kali. ” Namun belum juga bisa. Kami berharap mereka ditemukan dalam keadaan selamat, “katanya pelan seraya mengusap air matanya yang mulai melelh di pipinya.

Sedangkan Fian Permata Sari bersama suaminya menceritakan, sejak menikah dirinya bersama keluarga sudah tinggal sejak lama di palu, di rumah kontrakan yang berada di Perumahan Petopo Permai, Kota Palu.

Menurutnya, saat terjadi gempa sekitar pukul 15.00 WIB pada Jum’at (28/9/2018) sebanyak sampai tiga kali. Dirinya bersama keluarga sedang makan.

Namun, tidak lama kemudian saat adzan Maghrip berkumandang selama lima menit. Gempa susulan kembali datang dengan kekuatan yang lebih besar dan akhirnya dirinya bersama keluarga berusaha keluar rumah dan mencari permukaan tanah yang lebih tinggi.

Karena itu, ia bersama keluarga pun selamat. Namun, rumah kontrakannya juga rumah milik warga di sekitar hancur. Bahkan tanah di sekitar perumahannya ambles hingga kedalaman sekitar lima meter dan penuh lumpur.

“Kami berharap agar pemerintah bisa membantu menemukan anggota keluarga kami yang masih hilang. Sementara Pemkab Mojokerto, memberikan bantuan kepada kami. Karena saat kami pulang ke Mojokerto, bersama keluarga hanya membawa baju yang kami pakai saja, “pungkasnya.

Editor
Nurul Yaqin
Tags