FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Wawali Ngotot, Wali Kota Pasuruan Setiyono di Luar Kota

Hukum     Dibaca : 105 kali Jurnalis:
Wawali Ngotot, Wali Kota Pasuruan Setiyono di Luar Kota
FaktualNews.co/Abdul Aziz/
Wakil Wali Kota, Teno saat memberikan keterangan pers di depan awak media

PASURUAN, FaktualNews.co – Wakil Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo mengaku bahwa Wali Kota Pasuruan, Setiyono tidak ada di ruangannya sejak pagi. Usai disegelnya 4 ruangan di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan, terkait dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Kamis (4/10/2018).

“Pak Wali berpamitan ke luar kota. Untuk semua berkaitan tugas, didisposisikan langsung ke Sekda. Dan sampai detik ini pak Wali masih ke luar kota. Kita tunggu perkembangan lebih lanjut,” papar Teno, saat memberikan keterangan pers di ruang Unsur, Pemkot Pasuruan, Kamis (4/10/2018).

Teno tak menampik kalau petugas KPK melakukan penyelidikan dan menyegel ruangan Wali Kota dan ruangan lainnya. Teno juga membenarkan seorang kepala dinas ikut diamankan. Pihaknya memberikan konfirmasi, dibenarkan unsur dari pihak KPK datang ke Kota Pasuruan pada pukul 06.30 WIB.

Pihaknya memastikan penyidik KPK menyegel ruang Wali Kota, ruang Kepala Dinas PUPR, ruang Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik dan Ruang Badan Layanan Pengadaan serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. “Kepala Dinas PUPR juga diamankan,” jelasnya.

Ia memgakui belum menerima konfirmasi terkait kasus apa yang ditangani KPK di Pemkot Pasuruan. “Kami belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak berwajib. Kami masih bersabar menunggu,” tandasnya.

Sementara itu, Febriansyah Juru Bicara KPK melalui pesan watshap menginformasi Kegiatan KPK di Pasuruan. “Kami konfirmasi ada kegiatan tim penindakan di daerah Jawa Timur, khususnya Pasuruan. Ini tindak lanjut dari informasi yang kami terima sebelumnya bahwa akan ada transaksi yang melibatkan penyelenggara negara dan pihak swasta di sana,” dalam pesan tersebut.

Setelah KPK lakukan kroscek di lapangan, diduga telah terjadi transaksi pemberian pada Penyelenggara Negara di sana, sehingga diamankan sekitar 6 orang, sejumlah uang dan barang bukti perbankan. Informasi dari tim, jumlah uang sedang dihitung. Pemberian tersebut diindikasikan terkait dengan proyek yang dianggarkan tahun 2018 ini.

Saat ini proses pemeriksaan masih berjalan di kantor kepolisian terdekat. Ada kepala daerah, pejabat setempat dan pihak swasta yang sedang dimintakan keterangan lebih lanjut. Berikutnya akan dipertimbangkan untuk membawa pihak-pihak yang relevan dan dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut ke kantor KPK di Jakarta.

“Untuk nama dan keterangan lebih lanjut belum bisa disampaikan saat ini. Selengkapnya akan diumumkan saat konferensi pers,” tutup Febri.

Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...