FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Murid Qaryah Thayyibah Salatiga Belajar Menulis di Faktual Academy

Pendidikan     Dibaca : 102 kali Jurnalis:
Murid Qaryah Thayyibah Salatiga Belajar Menulis di Faktual Academy
FaktualNews.co/Ist
Murid kelas Rainbow KBQT Salatiga saat mengikuti pelatihan singkat teknik menulis di Faktual Academy, sabtu (6/10/2018)

JOMBANG, FaktualNews.co – FaktualNews academy kembali menggelar pelatihan dasar jurnalistik singkat. Yang agak berbeda, pelatihan kali ini diberikan pada sembilan siswa dari Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah Salatiga Jawa Tengah. Sembilan siswa siswi KBQT yang tergabung dalam kelas rainbow tersebut, melakukan lawatan di kantor redaksi FaktualNews.co sekaligus untuk belajar tentang teknis menulis.

Pimpinan Redaksi FaktualNews.co Adi Susanto mengatakan, pelatihan dasar jurnalis ini dimaksudkan, agar siswa siswi KBQT yang dikenal sebagai komunitas belajar yang merdeka dan dibebaskan dari aturan-aturan yang mengekang sehingga para siswa nya mampu berekpresi itu, juga bisa mahir dalam dunia tulis menulis.

“Semua tahu bagaimana pola pendidikan di KBQT Salatiga, jebolan komunitas ini kerap menoreh sejumlah prestasi tidak hanya nasional tapi juga telah go internasional. Maka dari itu dengan memberi pelatihan singkat tentang teknik menulis, kami berharap mereka bisa lebih mengeksplore kemampuan mereka dalam dunia tulis menulis,” tegas Adi, sabtu (6/10/2018).

Pelatihan singkat dasar jurnalistik tersebut, menurut Adi, sengaja menghadirkan pemateri dari luar. Hal ini bertujuan agar materi-materi yang disampaikan lebih mudah dipahami peserta. Ia berharap sembilan siswa-siswi KBQT ini nantinya bisa mengaplikasikan apa yang telah didapat serta mampu menularkan pada teman – teman mereka yang lain.

“Tidak ada alasan, anak-anak KBQT tidak memiliki kemampuan untuk menulis. Karena dengan menulis mereka akan dikenal sepanjang masa,” imbuhnya. Sebagai bentuk dukungan, menurut Adi, faktualnews.co akan memberikan space khusus bagi siswa-siswi KBQT untuk menyalurkan bakat menulis mereka.

Usai mengikuti faktualnews academy, murid KBQT kelas rainbow ini juga bakal ziarah ke makam Gus Dur serta mengunjungi tempat wisata sambil belajar menggali potensi wisata lokal menjadi go publik.

kbqt santai

Murid Kelas Rainbow KBQT Salatiga bersantai diteras Kantor FaktualNews.co usai mengikuti pelatihan singkat Jurnalis

KBQT sendiri dikenal sebagai komunitas belajar dengan konsep yang sangat berbeda. Sekolah tanpa pagar, tanpa tiang bendera, tanpa bel, tanpa gedung sekolah, bahkan tanpa papan nama yang menunjukkan adanya sekolah. Ide pendidikan alternatif yang mengagetkan dunia pendidikan. Gaungnya tidak hanya bergema dalam negeri namun sudah terdengar hingga kancah internasional.

Bahruddin, inisiator sekaligus penggerak model pendidikan alternatif di Salatiga membangun sebuah konsep pendidikan baru. Learning Based Community (pendidikan berbasis komunitas) di desa Kalibening, kecamatan Tingkir, Salatiga. ‘Sekolah’ yang pada awalnya menampung 12 siswa setingkat SMP ini diberi nama Qaryah Thayyibah (QT) yang berarti Desa milik Allah yang dilimpahi keberkahan. Kini QT sudah memiliki ratusan siswa setingkat SMP dan SMA.

Konsep pendidikan yang sangat berbeda yakni dengan memberi kebebasan pada siswa untuk belajar apa pun yang mereka sukai. Guru di KBQT pun tidak disebut guru melainkan pendamping. Pendamping pun tidak punya peran penting. Mereka hanya sebatas memberikan ide atau masukan, apakah nanti akan diterima anak atau tidak, semua dikembalikan ke siswa.

Konsep mungkin mirip homeschooling, namun ada beberapa hal yang membedakannya. Pertama, homeschooling masih memiliki kurikulum dan mata pelajaran yang harus dipelajari siswa. Sedang di KBQT tidak ada acuan mata pelajaran. Semua siswa bebas menentukan apa yang ingin mereka pelajari.

Kedua, pelaksanaan homeschooling sering dikritik membatasi interaksi anak dengan orang lain. Sedangkan di KBQT, lingkungan sekitar dan masyarakatnya adalah ‘sekolah’ bagi siswa QT. Jadi konsep pendidikan alternatif dijamin tidak akan mengisolasi siswa dari lingkungannya. Justru mendorong siswa untuk terlibat aktif di lingkungannya.

Editor
Adi Susanto
Tags