FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Pasuruan Jadi Pintu Masuk Peredaran Sabu

Kriminal     Dibaca : 38 kali Jurnalis:
Pasuruan Jadi Pintu Masuk Peredaran Sabu
FaktualNews.co/Abdul Aziz/
Dua tersangka yang harus menjalani proses hukum setelah terbukti simpan sabu-sabu

PASURUAN, FaktualNews.co – Wilayah Pasuruan ternyata menjadi magnet bagi bandar sabu-sabu. Hal ini terbukti adanya pengiriman barang terlarang tersebut melalui kurir yakni pelaku yang berinisial KTK warga Riau, Sumatera yang akhirnya dibekuk bersama IRL warga Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yang merupakan penerima paket sabu.

Kedua tersangka diciduk ini merupakan kelompok jaringan peredaran narkoba antar negara dan mereka selama bertransaksi berstatus sebagai TKI. “Dari Malaysia, sabu murah jika dibandingkan di Indonesia. Pasuruan dijadikan transit, peredaran, juga lahan bagi bandar,” ujar AKBP Erlang, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pasuruan, saat rilis tersangka, Rabu (10/10/2018).

Bahkan selama setahun ini BNN Kabupaten Pasuruan telah mengungkap beberapa kasus modus peredaran narkotika di kawasan Pandaan dan sekitarnya, mulai dari pengiriman paket ganja mencapai 3 kg melalui salah satu jasa pengiriman, juga pengiriman sabu sekitar 3 ons lebih beberapa waktu lalu. “Wilayah Pasuruan ini dijadikan lokasi pengirman sabu,” ungkapnya.

Menurut dia, peredaran sabu di wilayah Pasuruan ini sulit terendus meski sebelumnya pihaknya sudah melakukan ungkap kasus peredaran sabu dibeberapa wilayah di Kabupaten Pasuruan. Diakuinya, sulitnya penangkapan terhadap bandarnya, lantaran mereka kerap berpindah-pindah tempat. “Kami saat itu mampu mendapatkan barang bukti sabu,” urai Erlang pada para awak media.

Erlang menyebutkan bahwa pengiriman sabu ke wilayah Pasuruan ini ada dua cara yakni melalui jasa kiriman paket dan kurir. Sedangkan barang yang berasal dari Malaysia juga ada dua cara yakni melalui TKI dan melalui laut. “Untuk via para TKI kebanyakan melalui maskapai penerbangan dengan cara sabu diselipkan di celana dalam rangkap 7 agar tak goyang,” beber dia.

Untuk via laut, lanjut Erlang, yakni melalui perairan Malaysia dan perairan Riau. Modusnya kapal yang kirimkan paket sabu tak menepi ke pantai, melainkan dijemput dengan perahu oleh penjemputnya di tengah laut. “Modus ini yang biasa dilakukan para bandar sabu dari Malaysia. Selain murah, juga dianggap gampang dan jarang diketahui oleh petugas,” pungkasnya.

Editor
Z Arivin
Tags