FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Harga Anjlok, Petani Garam di Pasuruan Menjerit

Ekonomi     Dibaca : 57 kali Jurnalis:
Harga Anjlok, Petani Garam di Pasuruan Menjerit
FaktualNews.co/Abdul Aziz/
Petani garam yang sedang panen di Desa Gerongan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

PASURUAN, FaktualNews.co – Petani garam di Desa Gerongan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, saat ini mengalami hasil panen yang cukup signifikan. Namun panen yang cukup melimpah tersebut, tak dibarengi dengan harga yang justru makin merosot seiring dengan banyaknya hasil panen garam yang merata di beberapa lokasi.

Meski demikian, para petani tak putus asa untuk tetap meningkatkan hasil produksinya, disamping dukungan kemarau yang cukup panjang. “Memang hasil panen saat ini bagus dari pada tahun lalu. Hal ini dikarenakan banyak petani garam yang menghendaki kemajuan agar kualitas garamnya lebih baik,” ujar Badrus, petani garam Gerongan, Jumat (12/10/2018).

Menurutnya, petani di Desa Gerongan saat ini tidak lagi untuk memproduksi garam dengan menggunakan cara tradisional lagi. Namun sejak gencarnya sosialisasi dari Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, petani di Gerongan banyak yang beralih dengan menggunakan sistem geomembran (alas terpal plastik), yang hampir mereta.

Badrus menjelaskan, secara keseluruhan petani garam menginginkan agar panen melimpah saat ini disertai dengan harga yang stabil. Karena diakuinya saat ini harganya anjlok. “Saat ini harga untuk jenis garam kasar sekitar Rp 800/kg. Sedangkan untuk jenis kasar putih harganya saat ini mencapai Rp 950/kg, yang tentunya petani inginkan harga naik dan tak terlalu merosot,” beber dia.

Bila dibanding tahun lalu, kata Badrus ,petani garam di beberapa kecamatan di Kabupaten Pasuruan diuntungkan. “Untuk harga garam kasar biasa mencapai Rp 3.000 lebih perkilonya. Sedangkan yang kasar putih bisa tembus harga Rp 4.000 per kilonya. Namun turun lagi harganya kisaran antara Rp 1500 lebih perkilonya harga terendah,” ungkap Badrus.

Terkait harga yang dimungkinkan akan merosot lagi, pihaknya meminta Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, untuk ikut memikirkan soal harga yang banyak dikeluhkan kalangan petani garam. Paling tidak ada solusi agar harga tak makin terpuruk. Selain itu agar petani garam bisa bergairah lagi untuk meningkatkan produksinya.

Editor
Saiful Arief