FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Puluhan Korban Gempa dan Tsunami Palu, Ngungsi ke Pasuruan

Peristiwa     Dibaca : 66 kali Jurnalis:
Puluhan Korban Gempa dan Tsunami Palu, Ngungsi ke Pasuruan
FaktualNews.co/Abdul Aziz/
Puluhan korban gempa dan tsunam Palu, Sulteng, yang selamat dan mengungsi ke Pasuruan

PASURUAN, FaktualNews.co – Pasca terjadinya gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulteng, menimbulkan trauma yang panjang dialami warga yang jadi korban. Upaya pengungsian dari para warga terjadi ke sejumlah daerah tak terkecuali Kabupaten Pasuruan. Puluhan warga asal Palu tersebut sebagian datang ke Pasuruan untuk mengungsi ke sanak saudaranya.

Sebelum menuju ke para kerabatnya, warga pengungsi ini didata terlebih dulu oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan. “Pengungsi dari Palu saat imi ada sekitar 25 orang. Mereka menuju ke kerabatnya masing-masing,” ujar Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Dinsos Kabupaten Pasuruan, Husen, pada wartawan, Jumat (12/10/2018).

Dari 25 pengungsi ini terdiri dari lansia, orang dewasa dan anak-anak. Tercatat 14 jiwa di Kecamatan Kraton, 7 jiwa di Kecamatan Rembang dan 4 jiwa di Kecamatan Kejayan. Para pengungsi ini merupakan warga asli Pasuruan yang sudah menetap di Palu. “Sebagian baru beberapa tahun merantau dan sisanya lahir di Palu,” terangnya.

Mereka tiba di Pasuruan melalui Bandara Abdul Rachmad Saleh, Malang, tanpa membawa harta benda. Pihaknya bersama Tagana masih melakukan penelusuran dan assesment terhadap pengungsi Palu yang ada di Kabupaten Pasuruan. “Jumlah ini bisa bertambah. Kami terus menelusuri keberadaan pengungsi lainnya,” beber Husen.

Untuk meringankan beban para pengungsi Dinsos memberikan bantuan logistik pada para pengungsi sepeti bahan makanan, sandang dan keperluan pokok lainnya. Bantuan tersebut berasal dari para pihak yang melakukan penggalangan dana korban gempa Palu, seperti Karang Taruna dan komunitas yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Tak hanya itu, juga diberikan perlindungan hukum terhadap para warga asal Palu ini dengan melakukan advokasi. “Kami mengawal mereka dan membantu dalam hal kependudukan seperti jika mau mengurus pindah penduduk dan KTP. Kami juga mengupayakan agar anak-anak mereka bisa sekolah lagi,” imbuhnya.

Editor
Z Arivin