Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Alat Pemanas Rusak, Ribuan Ayam di Blitar Tewas Terpanggang

Peristiwa     Dibaca : 100 kali Jurnalis:
Alat Pemanas Rusak, Ribuan Ayam di Blitar Tewas Terpanggang
FaktualNews.co/Dwi Hari/
Petugas berusaha memadamkan api yang membakar kandang ayam

BLITAR, FaktualNews.co – Kebakaran besar terjadi di sebuah peternakan ayam milik Samsul Maarif di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Jumat (19/10/2018) dinihari. Hal itu sontak membuat kaget lantaran kabakaran itu tiba-tiba terjadi pukul 02.30 saat semuanya tidur.

Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, kebakaran itu bermula dari korban yang memasang alat penghangat ayam anakan berupa kompor api gas menggunakan elpiji. Seperti biasa alat itu dihidupkan pada tengah malam dan hingga pagi agar anak ayam tidak kedinginan. Lalu alat dibiarkan menyala dan ditinggal pergi masuk ke dalam rumah untuk dimatikan di pagi hari.

Sayang pada saat itu regulator gas sedang bermasalah. Saat korban tengah tidur pulas tiba-tiba mendengar suara desisan cukup keras lalu diikuti suara ledakan dari arah kandang ayam.

“Korban langsung mengira kalau itu berasal dari kompor gas pemanas ayam di kombong ayam miliknya. Saat dihampiri ternyata kandang ayam sayur bagian tengah terbakar hingga separuh. Langsung saya korban teriak minta tolong,” ungkap Kasubbag Humas Polres Blitar, Iptu Burhanudin.

Kandang ayam yang terbuat dari kayu dan dinding ayaman bambu tersebut membuat api semakin mudah menyebar dan semakim membesar. Hingga dua kandang ayam ukuran 40 x 7 meter dan 40 x 12 meter serta gudang pakan terbakar habis.

Api mulai bisa dijinakkan sekitar pukul 04.00 WIB pagi dibantu oleh satu unit pemadam kebakaran. Alhasil tujuh ribu anak ayam, 120 sak pakan, satu sepeda motor, satu disel, dan 60 tabung gas LPG terbakar dengan kerugian mencapai Rp 700 juta.

“Adapun penyebab kebakaran diduga dari regulator gas digunakan sebagai pemanas anak ayam bocor dan akhirnya terjadi kebakaran,” pungkasnya.

Editor
Z Arivin