Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Perbaikan Rumah Korban Gempa di Sapudi Ditargetkan Selesai Desember

Peristiwa     Dibaca : 79 kali Jurnalis:
Perbaikan Rumah Korban Gempa di Sapudi Ditargetkan Selesai Desember
FaktualNews.co/Supanjie/
Bupati Sumenep saat mengunjungi rumah rusak berat milik Buwasa, di Dusun Jambusuk, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi.

SUMENEP, FaktualNews.co – Bupati Sumenep A Busyro Karim menargetkan perbaikan rumah korban gempa Situbondo di Pulau Sapudi, Sumenep, Madura, Jawa Timur selesai pada Desember 2018 mendatang.

“Perbaikan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari rusak berat, sedang dan ringan. Untuk yang rusak parah Desember kami harap sudah selesai,” katanya usai berkunjung ke Sapudi.

Sesuai big data yang telah terverifikasi terdapat 498 unit rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan 6,4 SR beberapa waktu lalu. Jumlah tersebut tersebar di Kecamatan Nonggunong dan Kecamatan Gayam Pulau Sapudi.

Sementara anggaran perbaikan kata Busyro sudah disiapkan oleh pemerintah Provinsi. Sehingga masyarakat tidak lagi harus mengeluarkan biaya perbaikan.

“Bantuan keuangan sebesar Rp20 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah bisa direalisasikan. Selain bantuan material bangunan yang siap direalisasikan. Semua bantuan dipusatkan di Posko Utama yang terletak di Desa Pancor, Kecamatan Gayam. Jadi tinggal kerja saja,” jelasnya.

Kendari begitu, mantan ketua DPRD setempat ini menambahkan, meski sebagian material bangunan sudah siap didistribusikan perbaikan memerlukan waktu yang cukup lama. Salah satunya karena keterbatasan armada yang ada di Pulau Sapudi.

“Jadi, jangan dibayangkan seperti di daratan, yang rusak materialnya bukan terbuat dari batu bata. Kalau mau pakai batu bata harus beli ke daratan, ini masalah lagi, selain memerlukan transportasi juga butuh biaya lagi, dan itu memerlikan biaya yang besar,” ungkapnya.

Sementara proses pemulihan pemulihan trauma, atau populer disebut trauma healing bagi masyarakat di Sapudi, dilakukan setiap hari.

“Untuk pemulihan psikis, sudah kami lakukan setiap hari. Ada petugas khusus yang menetap disini, mereka terdiri dari berbagai unsur ada dari Kesehatan, Dinsos, petugas PKH, dan juga dari Polri dan TNI,” tegasnya.

Gempa Bumi Situbondo dengan kekuatan 6,4 Magnitudo yang dimutakhirkan menjadi 6,3 Magnitudo terjadi pada Kamis, 11 Oktober 2018 sekitar jam 01:44:57 dini hari. Pulau Sapusi menjadi daerah terparah dampak gempa yang mengakibatkan korban jiwa 3 orang, sejumlah warga luka-luka dan 498 rumah rusak.

Editor
Z Arivin
Tags