Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Siswa SMAN 3 Jember, Manfaatkan Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos

Pendidikan     Dibaca : 132 kali Jurnalis:
Siswa SMAN 3 Jember, Manfaatkan Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos
FaktualNews.co/Hatta/
Proses pembuatan pupuk kompos siswa SMAN 3 Jember.

JEMBER, FaktualNews.co – Mengaku prihatin dengan banyaknya sampah yang berserakan di lingkungan sekolah, khususnya sampah-sampah daun kering. Sejumlah siswa SMAN 3 Jember, di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, memanfaatkannya untuk membuat pupuk kompos.

Secara bergotong royong, para siswa itu memisahkan jenis-jenis sampah yang ada. Kemudian untuk sampah organik itu, dikumpulkan dan diolah menjadi pupuk kompos.

Dalam proses pengolahan tersebut, para siswa tidak sendiri. Mereka dibantu sejumlah mahasiswa dari Kampus IAIN Jember, yang saat itu sedang melakukan kegiatan KKMT (Kuliah Kerja Magang Terpadu) di sekolah tersebut.

“Kegiatan ini (membuat pupuk kompos), terbesit saat melihat sampah-sampah yang berserakan, khususnya sampah-sampah dari daun ini,” kata Mahasiswa IAIN Jember, Ely Istikomah saat dikonfirmasi sejumlah media, Minggu (21/10/2018).

Dengan banyaknya sampah tersebut, Ely bersama dengan teman-temannya meminta izin kepada pihak sekolah, untuk mengajak siswa di sekolah tersebut, agar lebih peduli dengan lingkungan.

“Kebetulan kami melakukan kegiatan praktek mengajar di SMAN 3 ini. Kami pun izin kepada kepala sekolah, bagaimana jika siswa diajak untuk memanfaatkan sampah itu, menjadi pupuk kompos,” katanya.

Karena selain memberikan manfaat untuk materi pembelajaran, juga dampak kebersihan lingkungan. Dan juga dapat membantu penghijauan lingkungan sekolah dengan memanfaatkan pupuk tersebut.

Selanjutnya, diarahkan untuk bersama dengan ekskul (ekstrakurikuler) pecinta alam. Untuk kemudian memanfaatkan menjadi pupuk kompos ini. Mereka bersinergi bersama, memproses sampah organik itu, untuk kemudian dapat menjadi kompos.

“Selanjutnya kompos itu digunakan untuk penghijauan kegiatan ‘Greening School’. Sedangkan terkait potensi lainnya, rencananya menjadi potensi enterpreneur baru untuk bisa dijual secara luas produk kompos itu,” jelasnya.

Secara bertahap, Ely bersama dengan rekan-rekannya mendampingi proses pembuatan pupuk kompos tersebut. Dibantu seorang guru pendamping, siswa pun juga mengikuti kegiatan membuat pupuk kompos tersebut.

“Saya sangat senang dengan proses membuat pupuk kompos ini, karena sampah-sampah dedaunan yang ada di sekitar lingkungan sekolah, bisa dimanfaatkan untuk hal baik, tidak hanya menumpuk menjadi sampah dan biasanya dibakar,” kata Wakil Ketua ekstrakurikuler Pecinta Alam PASIGA, Nanda Juni Ferdiansyah.

Kegiatan untuk mengolah sampah menjadi pupuk kompos ini sangat bermanfaat, dan nantinya bisa dilanjutkan untuk kegiatan menjaga lingkungan.

“Selain itu, mungkin nanti jika memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah, juga akan kita coba untuk pasarkan di luaran, karena pupuk kompos kan bisa dijual ke masyarakat, manfaatnya untuk penghijauan,” tuturnya

Editor
Nurul Yaqin
Tags