Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Polisi Belum Tetapkan Tersangka, Kecelakaan Pajero dengan Kereta Api di Surabaya

Peristiwa     Dibaca : 137 kali Jurnalis:
Polisi Belum Tetapkan Tersangka, Kecelakaan Pajero dengan Kereta Api di Surabaya
FaktualNews.co/Mokhamad Dofir/
Kondisi mobil Pajero pasca terjadi terlibat kecelakaan dengan kereta api Sri Tanjung, di Pagesangan, Surabaya

SURABAYA, FaktualNews.co – Hingga saat ini petugas kepolisian belum menetapkan tersangka atas kasus Kecelakaan (Laka) antara Kereta Api (KA) Sri Tanjung dengan mobil Pajero Sport di perlintasan sebidang Kelurahan Pagesangan, Kota Surabaya, Jawa Timur, yang terjadi pada hari Minggu (21/10/2018) kemarin.

Sementara terkait dengan status penjaga palang pintu yang diketahui bukan merupakan petugas resmi PT kereta Api Indonesia (KAI) masih sebatas saksi. “Ini kan petugas pintu swadaya, jadi statusnya sekarang masih saksi. Mereka juga tidak punya SOP,” terang Kanitlaka Lantas Polrestabes Surabaya, AKP Antara, Senin (22/10/2018).

Kebetulan saat kejadian, Achmad Cholilur Rahman, penjaga swadaya palang pintu KA sedang bertugas di lokasi. Ketika itu, mobil Pajero warna hitam, tertabrak KA Sri Tanjung saat melintas di perlintasan sebidang itu.

Sementara ini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan terkait kecelakaan yang menewaskan Gatot Sugeng Priyadi (54), Indah Widyastuti (45) dan Gilang Reswara Olham yang masih berusia 11 tahun. Satu keluarga ini merupakan warga Wisma Trosobo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

Terkait bunyi klakson sudah dibunyikan atau belum sebagai tanda kereta api melintas, pihaknya mengatakan bahwa itu sudah dilakukan. “Tapi jaraknya terlalu dekat, kalau lonceng ini sudah lama tidak berfungsi. Masih belum ada tersangka masih kita lakukan penyidikan, nanti kita tentukan,” lanjut Antara.

Dalam waktu dekat, pihak Dinas Perhubungan Jawa Timur juga akan dimintai keterangan dalam penyelidikan kasus ini. “Kita juga akan melakukan pemanggilan dari Dishub untuk lakukan pendalaman,” singkatnya.

Hal ini mengarah pada kemungkinan alat pengamanan seperti Early Warning System (EWS) yang dipasang pada perlintasan sebidang KA tidak berfungsi. “Ya itu saya kurang tahu, akan kita dalami dengan memanggil Dishub,” tutupnya.

 

Editor
Z Arivin