Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kekeringan di Jombang Meluas, Sebelas Desa Krisis Air Bersih

Peristiwa     Dibaca : 103 kali Jurnalis:
Kekeringan di Jombang Meluas, Sebelas Desa Krisis Air Bersih
FaktualNews.co/Muji Lestari/
Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang.

JOMBANG, FaktualNews.co – Bencana kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Jombang, Jatim,  kini  terus meluas. Berdasarkan data di Badan Penaggulangam Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang. Saat ini ada sebanyak 11 desa di tujuh kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Sebelumnya hanya ada tujuh desa di enam kecamatan, yang mengalami krisi air bersih.

Kasi Pencegahan dan Kesiap Siagaan BPBD Jombang, Gunadi, mengatakan, ada empat desa yang kembali melapor ke BPBD untuk meminta bantuan air bersih. Diantaranya, Kecamatan Ngusikan, Plandaan, Kabuh, Wonosalam, Bareng, Mojoagung, dan Kecamatan Bandar Kedungmulyo.

“Ini ada penambahan empat desa, yakni Desa Jipurapah dan Plandaan di Kecamatan Plandaan, Desa Pakel tepatnya di Dusun Jemparing Kecamatan Bareng, dan di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, jadi sekarang ada sebanyak 11 desa, ini sudah kita kirim bantuan air bersih,”kata Gunadi Selasa (23/10/18).

Gunadi menjelaskan, becana kekeringan di Jombang kali ini berlangsung lebih panjang dari tahun 2017 lalu. Hal ini, menurutnya karena perubahan iklim yang tidak bisa diprediksi. Meskipun BMKG (Badan Meteorologi dan Geofisika) menyebut pada awal bulan November mendatang sudah masuk awal musim hujan.

“Tahun ini, BPBD Jombang melakukan droping air mulai bulan Mei lalu hingga sekarang. Sedangkan tahun lalu kami kirim bantuan mulai bulan Juni sampai akhir Oktober 2017 sudah selesai, “jelasnya.

Pengiriman bantuan air bersih ini sendiri dilakukan petugas setiap hari. Setiap desa mendapat jatah pasokan sebanyak dua tangki berukuran besar untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Sebab, warga yang terdampak bencana tahunan ini kondisinya cukup memprihatinkan ketika mulai masuk musim kemarau. Tak jarang warga di desa- desa tersebut memanfaatkan air sungai untuk keperluan mereka sehari-hari. Seperti mandi dan mencuci, akibat sumur mereka yang dangkal dan mengering. (Tari)

Editor
Nurul Yaqin