Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Sirine Gempa Berbunyi, Puluhan Siswa di Sidoarjo Berhamburan

Pendidikan     Dibaca : 117 kali Jurnalis:
Sirine Gempa Berbunyi, Puluhan Siswa di Sidoarjo Berhamburan
FaktualNews.co/Alfan/
Puluhan siswa-siswi SDI Aulia, berlari sambil melindungi kepala, saat simulasi.

SIDOARJO, FaktualNews.co – Terdengar suara sirine gempa berbunyi, puluhan siswa-siswi Sekolah Dasar Islam (SDI) Aulia di Kecamatan Prambon, Sidoarjo berlarian. Mereka berhamburan keluar sekolah sambil membawa tas dan menutupi kepala.

Mendengar teriakan histeris dan melihat para siswa berhamburan menyelamatkan diri, warga sekitar dibuat bingung. Betapa tidak, suara gempa yang di teriakkan oleh para pelajar merupakan salah satu serangkaian dari simulasi anti gempa belaka.

Kepsek SDI Aulia Prambon, Ali Murtadho mengatakan, simulasi anti gempa ini merupakan salah satu pembelajaran bagi siswa-siswi di SD tersebut. Sedini mungkin, mereka dibekali bagaimana caranya menyelamatkan diri dari bencana.

“Tujuannya untuk mengedukasi para siswa siswi, agar kalau ada bencana. Mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri. Mengingat akhir-akhir ini sering terjadi bencana di beberapa daerah,” katanya, Selasa (23/10/2018).

Kegiatan simulasi yang bekerja sama dengan Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Surabaya tersebut, pertama kali dilakukan di Sidoarjo. Sebelum simulasi dilakukan, para siswa mendapat materi terlebih dahulu dari Tim Basarnas.

“Mereka dituntut untuk selalu waspada saat terjadi bencana. Kami sangat berterima kasih kepada Basarnas Surabaya yang memberikan materi ini kepada siswa-siswi,” terangnya.

Tidak hanya bagaimana cara menyelamatkan diri dari bencana. Para siswa juga mendapat materi tentang bagaimana cara menolong sesama saat terjadi gempa.

“Langkah pertama yang mereka lakukan adalah melindungi kepala mereka bisa dengan tas atau benda-benda apapun. Selain itu anak-anak juga diajari untuk menolong korban gempa dengan menggunakan tandu,” pungkasnya.

 

Editor
Nurul Yaqin