Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

MUI Blitar Minta Warga Tak Terpengaruh Pembakaran Bendera HTI

Peristiwa     Dibaca : 81 kali Jurnalis:
MUI Blitar Minta Warga Tak Terpengaruh Pembakaran Bendera HTI
FaktualNews.co/Dwi Hari/
Pertemuan antara MUI Kota Blitar dan tokoh agama

BLITAR, FaktualNews.co – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Blitar bersama organisasi islam se-Kota Blitar kompak menyatakan tolak aksi pemicu perpecahan umat, dan perkuat hubungan bermasyarakat dan bernegara. Sikap ini sebagai respon pasca peristiwa pembakaran bendera HTI di Garut Jawa Barat beberapa hari yang lalu

Ketua MUI Kota Blitar Subakir mengatakan, peristiwa pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di Garut Jawa Barat jangan sampai menyulut amarah umat muslim dan sesama warga bangsa di Indonesia, khususnya ummat muslim di daerah Kota Blitar. Sebab, justru sesama muslim dan warga bangsa bisa semakin kuat semangat persatuan bangsa ditengah upaya perpecahan (disintegrasi) bangsa melalui berbagai cara.

“Peristiwa tersebut jangan sampai menimbulkan perpecahan umat muslim di Kota Blitar yang dapat membahayakan persaudaraan sesama bangsa Indonesia,” jelas Subakir kepada wartawan, Rabu (24/10/2018).

Pada acara yang dihadiri oleh seluruh elite organisasi islam se Kota Blitar itu, Subakir juga meminta kepada semua petinggi ormas islam untuk ikut berpartisipasi menyejukkan suasana bangsa disaat situasi sosial kemasyarakatan tengah bergejolak.

“Kami memohon kepada pimpinan ormas islam para ulama, kyai dan ustadz untuk membantu mendinginkan suasana supaya tetap aman dan kondusif,” jelasnya.

Meski begitu, seluruh anggota masyarakat Kota Blitar tetap tenang menyikapi berbagai macam isu yang berpotensi memecah belah hubungan persaudaraan kebangsaan. Potensi permasalahan bangsa, bisa dengan mempercayai berbagai informasi yang belum tentu mengandung kebenaran tanpa dikonfirmasi keabsahannya.

“Mengingat saat ini peristiwa tersebut sudah ditangani secara hukum, maka mari kita serahkan dan kita percayakan kepada pihak berwenang,” tegasnya.

“Jangan mudah terpengaruh dengan informasi yang bersifat mengadu domba, informasi bohong atau hoax yang disebarkan oleh siapaun pihak yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Karena ini sangat sensitif memecah belah antar umat bernegara,” tegasnya.

Editor
Z Arivin