Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Mahasiwa Undar Jombang Demo, Hadang Pelantikan Rektor Baru

Pendidikan     Dibaca : 317 kali Jurnalis:
Mahasiwa Undar Jombang Demo, Hadang Pelantikan Rektor Baru
FaktualNews.co/Tari/
Mahasiswa Undar Jombang saat melakukan aksi unjuk rasa di kampusnya

JOMBANG, FaktualNews.co – Ratusan mahasiwa Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang kembali menggelar aksi unjuk rasa di kampus mereka. Aksi itu dipicu rencana pelantikan Rektor terpilih oleh Yayasan yang dinilai tidak sesuai dengan statuta, Kamis (25/10/18).

Sehingga mahasiswa berusaha menghadang dan menuntut pelantikan Rektor ini dibatalkan. Sebab, mereka menilai proses ini ilegal. Berdasarkan pantauan dilapangan, demo berlangsung panas dan alot, karena masing-masing kubu bersikukuh dengan pendiriannya masing-masing.

Bahkan, mahasiswa nampak memblokade seluruh pintu gerbang Kampus tersebut. Mereka berusaha menghalangi Ketua Yayasan Darul Ulum, Ahmadah Faidah yang berusaha keluar Kampus sebelum mediasi kelar dan ada titik temu.

Salah satu mahasiswa, Sofyan Ubaidillah mengatkan, pelantikan Rektor baru ini dinilai menyalahi statuta. Sebab, dalam hasil rapat senat sebelumnya, sudah muncul satu nama Rektor terpilih, Yakni Mudjib Mustain. Namun justru pihak Yayasan membentuk tim senat baru kemudian memilih rektor baru lagi.

“Ini kita mau kawal terus biar ada kejelasan dari yayasan, sebab sesuai hasil rapat Senat sudah terpilih satu nama yakni Gus Mudjib, tapi ini kenapa justru melantik Rektor baru yang dipilih tidak sesuai prosedur dan aturannya”, ungkap Sofyan.

Terpisah, Kuasa Hukum Universitas Darul Ulum, Solihin Rusli, yang juga Dosen Fakultas Hukum Undar mengatakan, ada mekanisme yang dipahami berbeda oleh Mahasiswa maupun para Dosen, terutama soal pemilihan Rektor. Namun, menurut Solihin, hal ini dianggap selesai oleh Yayasan.

“Ada proses yang dianggap tidak pas soal pemilihan rektor, yang disampaikan oleh Senat kan hanya satu orang padahal di statuta sesuai Permen nomor 67 tahun 2008 dan Permen nomor 26 tahun 2018, berbunyi yayasan punya fungsi memilih dan menetapkan rektor”, jelasnya.

Solihin menjelaskan, dalam rapat Senat sebelumnya hanya ada satu kandidat yang muncul, yakni Mudjib Mustain. Sehingga, proses ini dinilai yayasan tidak sah sebab dalam aturanya wajib ada lebih dari satu kandidat.

“Di Senat itu sebelumnya ada empat nama, namun yang tiga orang mundur sebelum disetorkan, sehingga hanya ada satu nama. Jadi bahasa memilih itu tidak terpenuhi, kan kalau memilih itu lebih dari satu”, imbuhnya.

Sementara, hingga saat ini mediasi antara Mahasiswa, Yayasan dan sejumlah Dosen masih berlangsung. Akibat aksi mahasiswa ini, agenda pelantikan Rektor yang sedianya dilaksanakan oleh Yayasan hari ini menjadi tertunda.(Tari)

Editor
Z Arivin
Tags