Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Pegawai KPP Pratama Jember Kenakan Pita Hitam, Belasungkawa Korban Lion Air JT 610

Peristiwa     Dibaca : 69 kali Jurnalis:
Pegawai KPP Pratama Jember Kenakan Pita Hitam, Belasungkawa Korban Lion Air JT 610
FaktualNews.co/Muhammad Hatta/

JEMBER, FaktualNews.co – Rasa belasungkawa atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang juga dirasakan jajaran pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kabupaten Jember.

Seluruh karyawan KPP Pratama Jember melaksanakan salat ghaib, Selasa (30/10/2018). Selain itu, seluruh karyawan menggunakan pita hitam di lengan sebelah kiri, sebagai bentuk rasa belasungkawa.

Salah satu karyawan KKP Pratama Jember, Wisnu, mengaku prihatin dan merasa kehilangan dengan musibah tersebut. Karena ada sekitar 20 orang korban merupakan pegawai dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, yang juga dikenal olehnya dan karyawan lainnya di Kabupaten Jember.

“Kita tetap merayakan Hari Oeang sesuai instruksi Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani. Namun karena ada musibah ini, kita yang biasanya memakai baju batik, kini pakai baju atasan putih, bawahan hitam atau gelap, dan di lengan sebelah kiri dipasang pita hitam,” kata Wisnu, Selasa (30/10/2018).

Instruksi menggunakan pakaian, dan pita hitam, sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Kemenkeu Nomor 20/MK.1/2018 tentang pakaian kerja di lingkungan Kementerian Keuangan dalam rangka duka cita atas musibah kecelakan pesawat Lion Air JT 610 selama seminggu

“Mulai senin (kemarin), sampai Jumat tanggal 2 (November) besok,” katanya.

Selain menggunakan seragam dan pita hitam sebagai bentuk belasungkawa, lanjut Wisnu, juga digelar salat gaib untuk mendoakan para korban.

“Salat Gaib ini untuk mendoakan korban, agar dilapangkan jalannya, dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadpi cobaan tersebut,” ujarnya.

Lebih jauh Wisnu menyampikan, salah satu korban dalam musibah pesawat Lion Air JT 610 tersebut, dirinya juga mengenal satu orang.

“Namanya bu Meta Kurnia. Saya kenal beliau saat dinas di Jakarta, orangnya periang dan selalu tersenyum menyapa rekan-rekannya. Meskipun jarak kantor ke rumahnya di Bogor sangat jauh,” tandasnya.

Editor
Saiful Arief