Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Komplotan Pembobol ATM di Sidoarjo, Belajar dari Internet

Kriminal     Dibaca : 99 kali Jurnalis:
Komplotan Pembobol ATM di Sidoarjo, Belajar dari Internet
FaktualNews.co/Alfan Imroni/
Komplotan pencurian uang di ATM saat diamankan di Polresta Sidoarjo.

SIDOARJO, FaktualNews.co – Empat komplotan pembobol ATM yang berkeliaran di Sidoarjo, berhasil dibekuk Satreskrim Polresta Sidoarjo. Kepada petugas, mereka mengaku mempelajari perbuatan pencurian dengan pemberatan (curat) tersebut melalui Internet.

“Mereka mempelajarinya dari internet. Otak pelaku yakni tersangka Fery,” ucap Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris usai gelar kasus di Mapolresta Sidoarjo, Rabu (31/10/2018).

Harris menambahkan empat komplotan tersebut kerap beraksi dikawasan Jawa Timur khususnya di Sidoarjo dan Surabaya. “Mereka sering bermain di beberapa TKP di Jawa Timur, khususnya Sidoarjo, Surabaya dan Jakarta,” terangnya.

Modus yang digunakan pelaku ini, merupakan modus lama namun, baru terungkap di Sidoarjo, yakni mengganjal lubang kartu ATM dengan tusuk gigi. Sehingga ketika korbannya memasukkan kartu ATM, jadi tidak berfungsi.

“Nah, kesempatan itu digunakan pelaku dengan cara membantu korban. Ketika hendak memasukkan kartu ATM, pelaku mengganti kartu ATM lain yang sudah dimodif sebelumnya dan pelaku mendapatkan PIN dengan cara melirik angka PIN yang ditekan korban,” terangnya.

Harris menduga kalau komplotan tersebut berencana beraksi di 8 TKP. Hal itu sesuai dengan barang bukti yang dibawa pelaku yakni kartu ATM sebanyak 8 buah kartu ATM. “Aksi yang tertangkap ini yang pertama kali dalam bulan ini, tapi keburu tertangkap,” ucapnya.

Dia juga mendapat informasi kalau satu diantara empat komplotan ini memiliki teman lain yang berhasil ditangkap oleh Polda Jatim beberapa waktu lalu. “Informasinya seperti itu,” terangnya.

Uang hasil curian di ATM milik satu dari korbannya dikawasan gedangan, sebanyak Rp 24 juta, hanya meninggalkan sisa Rp 550 ribu. “Hasil curiannya, mereka gunakan untuk senang-senang dan dibagi untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.

Editor
Saiful Arief