Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Polisi Tembak Komplotan Pembobol ATM di Mojokerto

Kriminal     Dibaca : 150 kali Jurnalis:
Polisi Tembak Komplotan Pembobol ATM di Mojokerto
FaktualNews.co/Amanu/
Tiga pelaku pembobolan ATM saat diamankan Polres Mojokerto

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Tiga komplotan pencuri pembobol mesin ATM BCA di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, akhirnya berhasil di ringkus Polres Mojokerto. Petugas pun terpaksa menembak kaki para pelaku karena melawan.

Para pelaku yakni Andik Pranoto (35) dan Irfan Fery Nugroho (39) asal Rusun Penjarigansari EB 210 dan EB 211 Rugkut Surabaya serta Ratno (38) asal Desa Kris ok, Kecamatan Gandusari, Blitar.

Setelah selama 11 hari para pelaku ini buron. Pasca melakukan aksi pembobolan ATM dengan cara mengelas mesin di dalam minimarket Jalan Raya Trowulan, Desa Watesumpak, Trowulan, Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu 20 Oktober 2018.

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, pelaku berhasil diamankan pada Rabu, 31 Oktober 2018 dini hari. Mereka dibekuk disebuah tempat hiburan malam di wilayah Surabaya.

“Setelah mendeteksi keberadaan para pelaku dan melakukan pemeriksaan saksi mata juga barang bukti lainya seperti CCTV, kacamata warna hitam yang diduga dipakai pelaku saat mengelas kotak uang di mesin ATM juga sebuah botol berisi air minum yang diduga untuk mendingankan alat las, akhirnya berhasil diamankan,” katanya.

Karena melawan dan berusaha melarikan diri, akhirnya para pelaku pun dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas. “Para pelaku ini melawan saat akan ditangkap, sehingga kita ambil tindakan tegas,” imbuhnya.

Kapolres menuturkan, kronologi pembobolan ATM yang dilakukan para pelaku ini, berawal dari dua orang yang masuk ke minimarket dengan cara menjebol atap plafon dan dua tersangka lagi berjaga di luar.

“Dua orang yang masing masing bernama Irfan Fery Nugroho dan Ratno sebagai exsekutor pembobolan ATM dengan cara mengelas mesin, sedangkan Andik Pranoto dan otak pembobolan yang kini masih DPO berjaga di luar,” jelasnya.

Setelah berhasil menggasak uang tunai senilai Rp. 673,7 juta para pelaku langsung membawa kabur ke Jogjakarta selama beberapa hari. Selain itu, dari pengakuan tersangka, sebelum melancarkan aksinya dua pelaku pernah berbelanja di minimarket tersebut, sehingga saat melancarkan aksinya, para pelaku dengan muda membobol lokasi.

“Mereka masuk melalui rumah kosong yang berada di samping kiri minimarket, kemudian menjebol plafon. Pelaku juga menyemprotkan cat ke sejumlah CCTV. Dari delapan CCTV ada enam yang disemprot cat oleh terasangka. Dua CCTV itu menyorot ruang gudang dan depan minimarket,” paparnya.

Dalam penangkapan tersebut, petugas juga mengamankan barang bukti berupa sisa uang sebanyak Rp 55 juta rupiah, lima ATM, empat HP, dua motor, mesin ATM juga data rekaman CCTV. “Akibat perbuatannya para pelaku di jerat pasal 363 ke (1) 3e dan 4e KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkasnya.

Editor
Saiful Arief
Tags