Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Nyaru Jadi Kiai, Komplotan Gendam Asal Pasuruan di Sidoarjo Perdayai Korbannya

Kriminal     Dibaca : 106 kali Jurnalis:
Nyaru Jadi Kiai, Komplotan Gendam Asal Pasuruan di Sidoarjo Perdayai Korbannya
FaktualNews.co/Alfan Imroni/
Dua pelaku saat diperiksa oleh petugas di Mapolsek Tulangan.

SIDOARJO, FaktualNews.co – Dua diantara tiga pelaku gendam asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur berhasil diamankan warga Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo. Dalam melancarkan aksinya, tiga pelaku tersebut satu diantaranya nyaru sebagai kiai.

“Di dalam mobil tadi ada tiga orang. Satu pelaku berpakaian seperti kiai dan berhasil kami amankan. Yang berhasil kabur yaitu berinisial M yang menanyakan alamat,” ucap Kapolsek Tulangan, AKP Nadzir Syah Basri, Sabtu (3/11/2018).

Dia menambahkan, modus pelaku yakni setelah mendapat korbannya, pelaku berinisial M (DPO), bertanya alamat dan memasukkan mobil tentang keluhan (penyakit) korban yang bisa disembuhkan bahkan korban diiming-imingi kekayaan.

Setelah pelaku berhasil memasukkan korbannya ke dalam mobil, mulailah peran pelaku Muhammad Nurhasan yang menyaru sebagai kiai menanyakan keluhan korban. “Pelaku bertanya seakan-akan dia tahu penyakit yang dideritanya korban dan disitulah korban mengalami gendam,” tuturnya.

Nah, setelah pelaku Muhammad Nurhasan mulai melakukan penyembuhan, perhiasan korban berupa tiga cincin di suruh melepas satu persatu dengan alasan kalau memakai perhiasan tidak dapat disembuhkan. “Satu persatu disuruh lepas perhiasan yang dikenakan korban,”katanya.

Setelah berhasil mendapatkan perhiasan milik korban, pelaku memberikan tisu berisikan krikil seakan-akan perhiasan itu berada di dalam tisu tersebut. “Setelah korban keluar, korban sadar kalau usai terkena gendam,” ujarnya.

Kepada petugas, pelaku mengaku menjankan aksi gendam tersebut sudah dua kali, yaitu di Probolinggo dan di Sidoarjo. Sementara hasilnya untuk memenuhi hidup sehari-hari. “Pelaku dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 4 tahun,” pungkasnya.

Editor
Saiful Arief
Tags