Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Memasuki Musim Hujan, Normalisasi Sungai Pasuruan Terus Dikebut

Peristiwa     Dibaca : 43 kali Jurnalis:
Memasuki Musim Hujan, Normalisasi Sungai Pasuruan Terus Dikebut
FaktualNews.co/Abdul Aziz/
Sungai Kedunglarangan yang tiap tahunnya jadi langganan banjir di wilayah Bangil, yang saat ini sedang dinormalisasi.

PASURUAN, FaktualNews.co – Menjelang musim hujan, Dinas PU Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan terus kebut normalisasi saluran air. Beberapa gorong-gorong dan drainase dari pemukiman warga menuju sungai di wilayah barat Kabupaten Pasuruan, menjadi skala prioritas, lantaran menjadi lokasi langganan banjir tahunan

Kepala Seksi Operasi Dinas PU Sumber Daya Air dan Tata Ruang, Imam Nurwakhyudi mengatakan, hingga saat ini normalisasi terus berjalan di wilayah langganan banjir, diantaranya Sungai Wangkal, Kecamatan Kejayan, juga tak luput dikerjakan, menggunakan alat berat untuk melakukan pengerukan.

“Normalisasi di wilayah barat,” ujarnya, pada awak media, Senin (5/10/2018)

Menurutnya, diprioritaskan beberapa wilayah bagian barat, karena hujan yang turun biasanya berdampak pada banjir yang menimbulkan kerusakan fasilitas umum dan merendam rumah-rumah maupun areal persawahan. “Di wilayah Pasuruan hingga saat ini hanya di wilayah yang sudah turun hujan, seperti di Kecamatan Purwodadi,” jelasnya.

Kondisi alam itu, membuat Pemkab Pasuruan, ambil sikap segera tuntaskan proyek normalisasi saluran air. Diantaranya wilayah Kecamatan Bangil, Beji dan Kraton, yang selama ini dikenal merupakan lokasi langganan banjir. Tiap musim penghujan tiba, jalur pantura, terutama wilayah Kraton, yang menghubungkan Surabaya menuju Banyuwangi ikut terendam.

Saluran pembuangan air di wilayah pemukiman warga menuju sungai juga menjadi salah satu fokus normalisasi. Saat ini pembenahan saluran air di wilayah Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

“Terbaru saluran air menuju Sungai Wrati yang saat ini juga menjadi perhatian untuk segera dinormalisasi,” imbuhnya.

Editor
Saiful Arief