Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Regulator Elpiji Bocor, Rumah Kakek Tua di Situbondo Terbakar

Peristiwa     Dibaca : 45 kali Jurnalis:
Regulator Elpiji Bocor, Rumah Kakek Tua di Situbondo Terbakar
FaktualNews.co/Fatur Bahri/
Kebakaran rumah di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Ngawi, ludes terbakar pada, Kamis (2/8/2018).

SITUBONDO, FaktualNews.co – Diduga karena regulator elpiji di dapurnya bocor, sebuah rumah semi permanen milik Atim (67), kakek renta di Lingkungan Plaosa, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terbakar, Senin (5/11/2018).

Selain mengakibatkan sebagian atap bangunan dapur dan rumahnya terbakar dilalap si jago merah, peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB mengakibatkan kedua tangan kakek Atim mengalami luka bakar.

Diperoleh keterangan, kebakaran dapur dan rumah milik korban kakek Atim itu, berawal saat korban memasang regulator kompor gasnya. Namun, diduga regulatornya kompor gasnya bocor, sehingga kobaran api langsung menyambar kompor minyak tanah yang sedang menyala.

Bahkan, hanya dalam hitungan menit, kobaran api langsung menyambar dapur dan rumah milik korban. Selain itu, kobaran api juga menyambar kedua tangan korban, sehingga mengakibatkan korban mengalami luka bakar pada kedua tangannya.

Mengetahui korban mengalami luka bakar pada kedua tangannya, sebagian warga langsung membawa korban ke RSU dr Abdoer Rahem Situbondo, untuk mendapat perawatan intensif. Sedangkan puluhan warga lainnya memadamkan kobaran api dengan menggunakan alat seadanya. Api baru dapat dipadamkan sekitar 25 menit setelah kejadian.

Puryono koordinator Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo mengatakan, kebakaran sebagian rumah dan dapur milik korban kakek Atim, karena memasang regulator kompor gasnya bocor. Sehingga kobaran api langsung menyambar kompor yang menyala.

”Selain mengakibatkan kedua tangan korban mengalami luka bakar, peristiwa kebakaran tersebut juga mengakibatkan kerugian materi hingga mencapat Rp 3 juta lebih,” kata Puryono.

Editor
Z Arivin