Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Tiba di Juanda, Kuasa Hukum: Pretty Asmara Meninggal Karena Sakit Lambung

Peristiwa     Dibaca : 63 kali Jurnalis:
Tiba di Juanda, Kuasa Hukum: Pretty Asmara Meninggal Karena Sakit Lambung
FaktualNews.co/Alfan Imroni/
Jenazah Dian Pretty Asmara saat berada di Bandara Internasional Juanda Surabaya

SIDOARJO, FaktualNews.co – Jenazah Dian Pretty Asmara, salah satu artis, tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Kabupaten Sidoarjo, Minggu (4/11/2018) malam. Jenazah tiba dibandara sekitar pukul 09.45 WIB dari Bandara Soekarno Hatta menggunakan pesawat Garuda GA 326 dan dijemput oleh kuasa hukum serta pihak keluarga.

Puspa Palupi, juru bicara kuasa hukum Pretty Asmara mengatakan, setibanya jenazah di terminal cargo Bandara Internasioanl Juanda Surabaya, langsung dibawa ke rumah duka di kawasan Jl Diyeng, Kelurahan Dawuhan Lor RT 25 RW 09, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang.

“Jam 10 pagi tadi, kami semua ke jakarta mengurus semua yang diperlukan untuk pengantaran ke lumajang. Jadi hari ini tadi pukul 09.30 diterbangkan dari jakarta ke Jawa Timur. Setelah di Jawa Timur, jenazah diantar ambulan ke lumajang. Insya allah jam 7 pagi dilakukan proses pemakaman,” katanya.

Palupi mengatakan, Dian Pretty Asmara meninggal di Rumah Sakit Pengayoman Cipinang karena menderita penyakit lambung. “Karena tadi kami lihat di infotainment, itu ada yang mengartikan lain. Jadi kami dari tim kuasa hukum mengklarifikasi bahwa pretty meninggal karena lambung, bukan karena yang lain,” ucapnya.

Dia menambahkan, penyakit lambung yang diderita Dian Pretty Asmara diketahui sejak 3 bulan terakhir. Pretty tidak mau makan dan tidak bisa makan karena muntah saat mendengar jaksa mengajukan banding ke pengadilan tinggi dan menambah masa tahanannya dua tahun. Sehingga hukuman yang sebelumnya 6 tahun, ditambah 2 tahun. “Setelah mendengar itu, kemudian kesehatannya mulai drop,” terangnya.

Melihat kondisi Pretty yang semakin memburuk, pihaknya meminta agar Pretty dipindah dari RS Pengayoman Cipinang ke Rumah Sakit Jakarta Medical (JM). Namun, setelah meminta surat keterangan dari Rutan ke RS Pengayoman dan sebaliknya, pihaknya menilai kalau dipersulit.

“Dari pihak rutan menyuruh kami meminta keterangan dari RS Pengayoman, dari RS Pengayoman menyuruh kami ke rutan, jadi kami kayak di pimpong. Padahal kesehatan pretty sudah mulai memburuk. Berat badannya yang awalnya 140, seminggu terakhir menjadi 80,” pungkasnya.

Editor
Z Arivin