Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Tolak Penambang Dari Luar Situbondo, Pasti Gelar Unjuk Rasa

Peristiwa     Dibaca : 75 kali Jurnalis:
Tolak Penambang Dari Luar Situbondo, Pasti Gelar Unjuk Rasa
FaktualNews.co/Fatur Bari/
Dump truk berjejer sebelum menggelar aksi menolak penambang dari luar Situbondo, Rabu (7/11/2018).

SITUBONDO, FaktualNews.co – Aksi unjuk rasa penolakan tambang galian C dari luar kota yang digelar tujuh elemen masyarakat di Situbondo, Rabu (7/11/2018) batal terlaksana.

Gagalnya aksi unjuk rasa menolak tambang galian C di Situbondo, itu terjadi setelah ada kesepakatan antara pengunjuk rasa dengan Kapolres Situbondo, AKBP Awan Hariono.

Kuasa Hukum, Persatuan Penambang dan Armada Situbondo (Pasti), Sayonara, mengatakan pihaknya mengagalkan aksi unjuk rasa setelah ada kesepakatan dengan Kapolres. “Kapolres berjanji akan segera menertibkan penambang dan armada yang berasal dari luar Situbondo,” tuturnya, Rabu (7/11/2018).

Menurutnya, sebelum aksi unjuk rasa gagal dilakukan, dirinya bersama dengan beberapa anggota Pasti lainnya bertemu dengan Kapolres Situbondo dan membuat kesepakatan, polisi akan menindak tegas penambang dan armada yang di luar ketentuan.

“Hari Minggu (18/11/2018) kita masih akan membicarakan lebih detil tentang kesepakatan itu,” ujar Sayonara.

Sayonara menegaskan, pihaknya sengaja melakukan aksi unjuk rasa, karena banyak penambang dan armada dari luar daerah masuk ke Situbondo. “Nah, karena telah melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010, pasal 86 tentang pemegang Ijin Usaha Pertambangan (IUP) atau Ijin Usaha Penambang Khusus (IUPK) yang mengharuskan untuk mengutamakan pekerja setempat, bukan dari luar daerah,” kata dia.

“Karena banyak penambang dan armada yang beroperasi di Situbondo ini berasal dari luar daerah. Ada dari Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Jember dan Banyuwangi, sehingga kami sepakat untuk melakukan unjuk rasa,” ungkap Sayonara.

Sementara itu, Jumari, salah seorang perwakilan sopir, berharap Pemkab memanfaatkan armada lokal untuk mengangkut material galian C, sehingga mereka tidak sesering mungkin menganggur.

“Sudah sebulan lebih kami banyak menganggur, karena armada dari daerah luar yang mengangkut material galian C,” katanya.

Sebelum melakukan aksi unjuk rasa, puluhan dump truck berjejer di depan Polsek Panji, Situbondo beserta puluhan orang dari berbagai elemen masyarakat siap berangkat menuju Pemda dan Mapolres untuk melakukan aksi unjuk rasa.

Mereka menolak kehadiran penambang dan armada dari luar Situbondo yang mengeruk material galian C untuk kepentingan pembangunan tol Probolinggo-Banyuwangi yang mulai digarap.

Editor
Saiful Arief