Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Video Penculikan Anak di Mojokerto Hoaks

Peristiwa     Dibaca : 165 kali Jurnalis:
Video Penculikan Anak di Mojokerto Hoaks
Hoaks, video penculikan anak di Mojokerto. (Facebook)

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Masyarakat di Mojokerto digemparkan dengan adanya video penculikan anak yang tersebar di media sosial (medsos), Rabu (7/11/2018). Polisi memastikan video penculikan anak tersebut bohong atau hoaks.

Dalam video yang diunggah akun Facebook Atik Nasa di medsos itu terlihat, seorang ibu-ibu yang dikatakan diamankan di balai Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Perempuan tersebut diduga akan melakukan penculikan anak.

Perempuan berkerudung kuning kecoklatan sudah diamankan masyarakat. Beruntung, polisi segera datang ke lokasi dan langsung mengamankan ke Polsek terdekat, begitu bunyi postingan video penculikan anak di Mojokerto itu.

Kapolsek Ngoro, AKP Gatot Wiyono saat di konfirmasi langsung membantah adanya kasus penculikan anak yang terjadi di Mojokerto. Seperti yang tersebar di medsos maupun pesan Whatsapp.

“Memang benar ada seorang ibu-ibu diamanakan di balai desa setempat. Tapi buka aksi penculikan anak. Tapi ibu-ibu tersebut diamankan lantaran tiba tiba menarik seorang perempuan bernama Legini yang sedang bekerja memecah batu,” tegas Kapolsek Ngoro, Rabu (7/11/2018).

Sontak hal itu membuat Legini, berteriak dan mengundang massa, sehingga ibu-ibu tersebut diamankan oleh warga.

Setelah diamankan pihak kepolisian, tutur Gatot kemudian petugas membawa ke Polsek Ngoro untuk dimintai keterangan.

Dari hasil pemeriksaan, teryata ibu-ibu yang dikatakan dalam video itu akan menculik anak tersebut bernama Rodiah 54, asal Desa Sidowayah, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Setelah mengetahui identitasnya, petugas langsung mengantar Rodiah pulang ke rumahnya. “Dari keterangan perangkat desa, wargannya (Rodiah) tersebut mengidap gangguan jiwa,” tegas Gatot.

Ia meminta agar masyarakat jangan asal mengunggah video, maupun kabar yang belum tentu kebenarannya. “Dikroscek dulu, benar atau tidaknya. Jangan asal upload, karena nanti bisa meresahkan masyarakat lainnya,” pungkas Gatot.

Editor
Saiful Arief