Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kerang Hijau, Penuh Gizi dan Tinggi Protein

Kuliner     Dibaca : 57 kali Jurnalis:
Kerang Hijau, Penuh Gizi dan Tinggi Protein
FaktualNews.co/Istimewa/
Ilustrasi, kerang hijau.

FaktualNews.co – Kerang hijau memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, harganya pun murah meriah dibandingkan ikan atau daging.

Gizi yang terkandung dalam kerang hijau sekitar 40,8 persen air, 21,9 persen protein, 14,5 persen lemak, 18,5 persen karbohidrat dan 4,3 persen abu.

Meskipun daging kerang hijau hanya sekitar 30 persen dari bobot keseluruhan daging dan cangkang, tetapi dalam 100 gr daging kerang hijau mengandung 100 kalori. Yang bermanfaat untuk energi tubuh manusia.

Kerang hijau dapat diolah bisa dikukus, direbus, dibakar, dipanggang, atau dimasak dengan berbagai cara.

Kerang hijau dipasaran dijual Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per kilogramnya.

Konsumsi Kerang Hijau Berbahaya?

Namun, sejak tahun 90-an beredar rumor tentang bahaya mengkonsumsi kerang hijau terutama kerang-kerang hasil tangkapan dari laut sekitar Jakarta dan Tangerang yang sudah tercemar. Sebenarnya seberapa bahayanya kah mengkonsumsi kerang hijau?

Menurut Dr. Ir. Etty Riani seperti dilansir dari Femina, pendidik dan peneliti dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB, Bogor. Kerang termasuk organisme laut yang tahan banting.

Kerang merupakan golongan mollusca, yaitu hewan lunak yang diapit cangkang keras dan tidak memiliki organ hati untuk menghancurkan benda asing, termasuk racun yang masuk ke dalam tubuhnya. Akibatnya, semua benda asing ditampung di dalam dagingnya.

Kerang hijau mampu bertahan hidup menetap dan bersifat sebagai filter feeder (penyaring). Artinya, kerang ini menyerap tak hanya makanannya (plankton), tapi juga apa saja yang ada di sekitarnya, termasuk logam berat yang berbahaya. Tak heran, bila akhirnya tercetus ’larangan’ untuk mengonsumsi kerang ini.

Kerang di perairan Indonesia juga sering kali tercemar oleh logam berat seperti merkuri. Logam berat ini tak boleh dikonsumsi ibu hamil, karena dapat menyebabkan cacat janin atau penyakit autis pada calon bayi.

Meski begitu, kita dapat menghindari konsumsi kerang yang telah tercemar merkuri, yaitu dengan tidak membeli kerang yang berasal dari perairan yang mengandung banyak limbah industri (baik limbah cair maupun limbah yang berasal dari asap pabrik).

Anda tetap bisa, mengonsumsi kerang hijau, asalkan tahu jurus jitu dalam memilih dan mengolahnya.

Editor
Saiful Arief
Tags