Peristiwa

Tertib Berlalu Lintas di Mojokerto, Diberi Hadiah Polantas

MOJOKERTO, FaktualNews.co- Banyak yang tak mengira bila dalam rangka operasi Zebra Semeru 2018 ini, petugas kepolisian memberikan hadiah bagi pengendara yang tertib berlalulintas.

Seperti halnya yang dilakukan anggota Satlantas Polres Mojokerto, dalam melaksanakan razia hari ke 7 ini. Anggota kepolisian memberikan hadiah sebuah helm berstandar SNI juga jas hujan bagi para pengendara yang tertib berlalulintas.

Dalam operasi yang dilakukan di depan markas Polres Mojokerto di jalan raya Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Rabu (8/11/2018). Petugas tidak hanya memberikan hadiah bagi para pengendara yang tertib, melainkan melakukan penilaian bagi puluhan pengendara yang tidak membawa kelengkapan SIM dan STNK kendaraan.

Setiap pengendara yang kedapatan melanggar, diarahkan ke meja tilang. Sementara para pengendara yang tertib mendapat kesempatan untuk memilih hadiah di toples undian.

Purwo (25) salah seorang pengendara asal Mojosari, yang mendapat hadiah mengatakan, dirinya tidak mengira bila dengan tertib berlalulintas ia mendapatkan sebuah hadiah jas hujan dari pihak kepolisian. Purwo sangat bangga dengan hadiah tersebut. Apalagi kini mulai masuk musim hujan.

” Tentu senang, mendapatkan jas hujan secara cuma-cuma dari pihak Satlantas Polres Mojokerto,”ungkapnya.

Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Boby Zulfikar mengatakan, secara umum Operasi Zebra Semeru 2018 ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Namun di Mojokerto petugas membuat inovasi baru, yakni bagi pengendara yang lengkap akan mendapatkan hadiah.

“Hadiah itu berupa helm, jas hujan, minuman botol sampai makanan ringan. Namun, bagi para pengendara yang tidak lengkap dan melanggar lalulintas, tetap akan di lakukan penilangan,” ujarnya.

Selain upaya untuk menekan angka kecelakaan lalulintas, tujuan utama operasi berhadiah kali ini, menunjukan bahwa polisi bukan hanya bisa menilang saja. Namun, polisi lalulintas juga bisa melakukan upaya preventif dengan mengedepankan hubungan baik dengan masyarakat.

Sementara itu, sampai saat ini, pelanggaran lalulintas banyak didominasi pengendara mempunyai SIM, tak membawa STNK, melanggar batas kecepatan, mengemudi menggunakan ponsel, serta melawan arus lalu lintas.

Gencarnya razia, menurut AKP Boby Zulfikar, efektif menekan angka kecelakaan lalu lintas. Selama 10 hari Operasi Zebra tahun ini, hanya terjadi 7 kecelakaan dengan korban luka ringan 7 orang. Periode yang sama tahun lalu, jumlah kecelakaan mencapai 15 kasus. Dengan korban meninggal sebanyak orang dan sebanyak orang luka berat.