Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Dosen di Riau Olah Biji Durian Jadi Makanan Bayi Kurang Gizi

Nasional     Dibaca : 45 kali Jurnalis:
Dosen di Riau Olah Biji Durian Jadi Makanan Bayi Kurang Gizi
Ribuan pengunjung berebut durian dalam pesta keduri durian di Lapangan Wonosalam, Jombang, Minggu (11/2/2018). FaktualNews.co/L Wijaya/

FaktualNews.co – Ditangan dosen di Provinsi Riau, Besti Verawati, biji durian diolah menjadi tepung yang tinggi protesi. Tepung biji durian ini sangat baik dikonsumsi bayi kurang gizi.

Dosen Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai di Kabupaten Pelalawan, Riau ini menuturkan, biji durian setelah dimasak mengandung 51,1 persen air, 46,2 persen karbohidrat, kemudian 2,5 persen protein, dan 0,2 persen lemak.

“Kandungan di tepung biji durian sangat baik dikonsumsi untuk balita gizi kurang (underweight), karena kandungan proteinnya tinggi dibandingkan tepung pada umumnya,” kata Besti, dilansir FaktualNews.co dari Antara.

Menurut dosen S1 Gizi ini, setelah mendapatkan hak paten dari Kementerian Hukum dan HAM mengenai formulasi tepung biji durian melalui penelitiannya. Besti kemudian mengembangkan olahan makanan berbahan dasar tepung biji durian karena kandungan gizinya yang bagus.

Hasil penelitian Besti menunjukkan bahwa dengan penambahan tepung biji durian sama sekali tidak mengubah warna dari biskuit. Dengan demikian, sudah teruji jika digunakan sebagai pengganti tepung terigu.

Tepung biji durian, kata dia, dapat digunakan menjadi solusi alternatif pengganti tepung terigu, mengingat besarnya jumlah impor tepung terigu di Indonesia yang mencapai 680 ribu ton per tahun.

Selain itu, tepung biji durian juga dapat dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan makanan seperti biskuit, brownis, rempeyek, donat dan semprong.

Bersama tim dosen di kampusnya, Besti kini mengadakan penyuluhan ke beberapa desa di Kabupaten Kampar, yaitu desa desa Batu Belah dan Desa Tanjung Bungo, guna mengajak ibu-ibu PKK agar bisa memanfaatkan limbah biji durian sebagai usaha maupun sekadar mencukupi kebutuhan gizi keluarga.

Editor
Saiful Arief