Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Isu Penculikan Bocah SD di Mojokerto, Ditangani Polisi

Peristiwa     Dibaca : 79 kali Jurnalis:
Isu Penculikan Bocah SD  di Mojokerto, Ditangani Polisi
FaktualNews.co/Amanullah/
Petugas satreskrim Polres Mojokerto di pimpin oleh Kasatreskrim AKP Muhammad Sholkhin Fery melakukan pengecekan rumah Kosong di Kelurahan Meri, Kota Mojokerto.

MOJOKERTO, FaktualNews.co- Terkait isu penculikan anak bocah berusia 9 tahun asal Dusun Trenggumung, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, yang bersikukuh diculik dua orang tak dikenal. Pihak Polres Mojokerto, terus mencari bukti-bukti baru,

Bocah berinisial MA yang masih duduk di bangku SD, hingga sampai saat ini masih enggan mengakui jika dirinya tengah mengarang cerita. Meski beberapa fakta ditemukan tidak sesuai dengan keterangan yang diutarakan anak tersebut.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Muhammad Solikhin Fery menyebutkan, bukti baru yang ditemukan oleh penyidik adalah rekaman CCTV di Simpang 5 Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Kamera CCTV itu merekam MA sedang mengayuh sepeda anginnya sendiri tanpa ada sesorang yang membuntutinya pada Minggu (4/11/2018) pukul 17.00 WIB.

Sementara dalam pengakuan si bocah, pada saat itu dibubtuti dua pria mengendarai sepeda motor matic untuk menunjukkan letak wilayah Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

“Dalam rekaman CCTV itu mirip dia (si bocah). Kemiripan pada sepeda angin yang digunakan dan pakaian yang dikenakan saat itu,” kata Fery Jum’at (9/11/2018).

Meski demikian, dirinya tidak mau gegabah dalam mengerucutkan permasalahan ini. Sebab, katanya, pihaknya juga masih menunggu hasil tes kejiwaan dari pesikologi, yang nantinya akan disatukan dengan fakta yang ditemukan termasuk dengan hasil dari CCTV.

Dalam kasus ini, MA mengaku diculik seusai pulang dari mengaji di masjid yang berada di Tegalsari, Jabon, Kabupaten Mojokerto, Minggu (4/11/2018) sore, oleh dua pria. Korban dibawa pelaku ke rumah kosong di blok A 2 No 34, Perumahan Griya Permata Meri, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Bocah kelas V SD ini mengaku bisa meloloskan diri saat pelaku penculikan lengah. Korban pun mengadu ke ibunya. Bersama sang ibu, dia melapor ke polisi.

Namun setelah dilakukan penyelidikan, petugas menemukan sejumlah ketidak sesuaian antara kisah si bocah dengan fakta di lapangan. Bocah asal Dusun Trenggumung, Desa Tambakagung, Puri, Kabupaten Mojokerto itu diduga mengarang cerita penculikan.

Editor
Nurul Yaqin