Kompetisi

Razia Parkir Liar di Mojokerto, Petugas Dianggap Tebang Pilih

MOJOKERTO, FaktualNews.co- Maraknya parkir liar di kawasan Kota Mojokerto, Jatim, membuat Dinas Perhubungan Kota Mojokerto, bersama Polisi, TNI, dan Satpol PP menggelar razia terpadu. Tak tangung-tangung dalam razia kali ini, belasan pengendara ditindak lantaran memarkir kendaraannya di atas trotoar.

Tak ayal, saat petugas memulai melakukan penindakan terlihat beberapa mobil maupun motor yang merasa memarkir sembarang langsung bepergian.

Namun, nahas bagi salah seorang bernama Herianto (30) pengendara yang ditindak lantaran memarkir mobilnya di atas trotoar saat membongkar muatan pakean.

Harianto berdalih memarkir mobil box hitam miliknya untuk bongkar muatan pakaian. Dia terpaksa memarkir mobilnya di atas trotoar karena tak ada lahan parkir. Lahan parkir di tokonya hanya selebar 3×6 meter saja.

“Saya baru 30 menit memarkir di trotoar. Kalau di taruh di badan jalan kan bahaya, selain itu juga membuat arus kendaraan tersendat. Kalau sore hari Jalan Gajah mada macet. Tetapi saya juga mengakui kalau salah,” terangnya.

Namun di sisi lain, Harianto sangat menyayangkan atas razia yang dilakukan petugas gabungan ini lantaran dirasa masih tebang pilih.

“Kalau bisa yang adil, di Puskesmas Gedongan, kalau pagi banyak yang parkir di trotoar tidak ditindak,” katanya, Selasa (13/11/2018).

Tidak hanya itu, dari pantauan di lokasi saat mengelar razia juga terdapat beberapa mobil yang dibiarkan lolos tanpa tindakan. Padahal, mobil tersebut ketahuan memarkir liar tepatnya di jalan raya Pemuda juga di jalan raya A Yani.

Kepala Bidang Pengendalian Operasi Dinas Perhubungan Kota Mojokerto, Mohammad Zaini mengatakan, pada razia Selasa (13/11/2018) sore, sebanyak 11 kendaraan yang ditindak. Seluruhnya memarkir kendaraanya di atas trotoar, yakni sebnayak tujuh unit roda dua dan sebanyak empat unit roda empat.

Razia petugas gabungan kali ini, menyisir dari Jalan Pahlawan, Gajah Mada, Pemuda, Ahmad Yani, Mojopahit Utara, hingga Bhayangkara.

Sebelum melakukan razia terpadu yang rutin digelar tiap bulan, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi terlebih dahulu.”Jika masih membandel akan kami tindak tegas saat razia terpadu, ” ujar Mohammad Zaini.

Menurutnya, razia ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mentaati peraturan lalulintas khusunya di trotoar yang seharusnya digunakan para penguna jalan.

Disingung terkait penindakan yang dikatakan tebang pilih, Mohammad Zaini mengatakan sudah memberikan arahan ke pada petugas supaya menindak seluruh pelanggar.

“Terkait dengan pelanggaran pasti semua ditindak sesuai dengan aturan yang ada. Tanpa ada toleransi,” pungkasnya.

Share
Penulis