FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kakek Tua di Ngawi Tewas Tergantung di Hutan Pinus

Peristiwa     Dibaca : 110 kali Jurnalis:
Kakek Tua di Ngawi Tewas Tergantung di Hutan Pinus
FaktualNews.co/Zaenal Abidin/
Warga saat mengevakuasi jenazah Suprapto dari hutan pinus

NGAWI, FaktualNews.co – Diduga mengalami depresi seorang kakek di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon area hutan pinus milik Perhutani, wilayah setempat.

Awalnya, korban Suprapto (60) warga Dusun Sedonomulyo, Desa Pandansari, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi berpamitan pada keluarga untuk mencari rumput, Rabu (14/11/2018) pukul 09.00 WIB. Memang, aktifitas rutin duda tua ini kesehariannya mencari rumput untuk ternaknya.

Selanjutnya pihak keluarga Suprapto merasa ada keanehan. Sebab sekitar pukul 13.00 WIB korban belum juga pulang ke rumah. Yang mencurigakan lagi, hingga hampir waktu salat asar ternyata korban belum nampak berada di rumah.

Karena merasa curiga dan khawatir terjadi sesuatu, pihak keluarga bersama warga setempat berusaha mencari keberadaan Suprapto. Betapa terkejutnya pihak keluarga Suprapto yang mengetahui keadaan korban sudah tidak bernyawa dan dalam posisi tergantung di sebuah pohon dalam hutan pinus.

Jada korban pertama kali diketahui oleh Wardiyanto (36) tetangga korban yang turut serta dalam pencarian. Akhirnya Wardiyanto melaporkan kondisi korban pada perangkat desa setempat dan oleh pamong desa sekitar pukul 17.00 WIB dilaporkan ke kantor Polsek Sine.

Menerima laporan itu, anggota Polsek Sine bersama perangkat desa setempat mendatangi lokasi ditemukannya jasad korban. “Memang korban ditemukan oleh warga dalam keadaan menggantung dan menurut informasi korban mengalami depresi,” jelas AKP Slamet Kapolsek Sine saat dihubungi FaktualNews, Kamis (15/11/2018).

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas dari Puskesmas Sine, polisi kemudian menyerahkan jasad korban pada pihak keluarga. Lantaran pihak keluarga keberatan untuk dilakukan visum dan menerima kematian korban sebagai musibah.

“Karena pihak keluarga telah menerima kematian korban sebagai musibah untuk jenasah langsung diserahkan ke pihak keluarga,” pungkas Slamet.

Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...