FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Tunggak Biaya Hak Penggunaan Frekuensi, Kominfo Hari Ini Cabut Izin Bolt

Teknologi     Dibaca : 77 kali Jurnalis:
Tunggak Biaya Hak Penggunaan Frekuensi, Kominfo Hari Ini Cabut Izin Bolt
FaktualNews.co/Istimewa/
Ilustrasi Bolt.

FaktualNews.co – Hari ini Senin (19/11/2018), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan mencabut izin penggunaan frekuensi 2,3 Ghz untuk PT First Media Tbk (KBLV), PT Internux (Bolt), dan PT Jasnita.

Pencabutan izin penggunaan frekuensi 2,3 Ghz pada tiga perusahaan tersebut, lantaran mereka diketahui menunggak Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi radio senilai miliaran rupiah.

Menurut Direktur Operasi Sumber Daya SDPPI Kominfo, Dwi Handoko, seperti dikutip FaktualNews.co dari Kompas.com, Kominfo memang tengah menyiapkan langkah tegas yang akan diberikan kepada ketiga perusahaan tersebut, salah satunya adalah langkah pencabutan izin frekuensi yang akan dilakukan hari ini.

“Hari ini akan diambil langkah sesuai peraturan yang berlaku, sedang kami siapkan Insya Allah. Salah satunya itu (pencabutan izin),” ungkapnya, Senin (19/11/2018).

Menurut Dwi, langkah ini diambil karena sampai pagi ini, ketiga perusahaan penyedia layanan internet nirkabel itu belum melakukan pelunasan tunggakan BHP. “Belum ada (pelunasan),” imbuhnya.

Diketahui sebelumnya, ketiga perusahaan memiliki tunggakan BHP dalam jumlah miliaran rupiah selama tahun 2016 hingga 2017. PT Internux memiliki tunggakan BHP frekuensi pita 2,3 GHz sebesar Rp 343,57 miliar, dan First Media sebesar 364,84 miliar selama tahun 2016 hingga 2017.

Sementara PT Jasnita Telekomindo yang didirikan oleh Samuel Abrijani Pangarepan, yang kini menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, diketahui menunggak BHP frekuensi sebesar Rp 2,19 miliar.

Kominfo sendiri sejatinya telah memberikan masa tenggang hingga 17 November 2018 kemarin agar ketiga perusahaan dapat melunasi tunggakan BHP tersebut. Namun ketiganya sampai Senin, (19/11/2018) hari ini masih belum melunasi tunggakan itu.

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...