FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kasus Penembakan di Sampang, Polda Jatim Sebut Tak Terkait Pemilu 2019

Kriminal     Dibaca : 105 kali Jurnalis:
Kasus Penembakan di Sampang, Polda Jatim Sebut Tak Terkait Pemilu 2019
FaktualNews.co/Mokhamad Dofir/
Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera

SURABAYA, FaktualNews.co – Polda Jawa Timur memastikan bahwa kasus penembakan yang terjadi di Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. bukan persoalan Pemilu 2019. Meski, korban merupakan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS).

“Ini PPS ya bukan KPU. Memang PPS ini bagian dari KPU yang berada di ranting, itu di TPS-TPS itulah,” kata Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Jumat (23/11/2018).

Peristiwa penembakan terjadi pada hari Rabu tanggal 21 November 2018 pukul 13.00 WIB. Pelaku diketahui berinisial ID dengan korban Subaidi yang kesehariannya sebagai tukang gigi. ID pun sudah berhasil dibekuk petugas kepolisian setempat.

Kepada penyidik ID mengaku, tega menembak korban lantaran merasa tersinggung dengan postingan yang diunggah korban ke sebuah media sosial.

“Sementara ini diakibatkan ketersinggungan yang bersangkutan pelaku kasus penembakan ini, terhadap postingan yang dilakukan oleh korban di media sosialnya,” papar Barung.

Postingan apa yang membuat pelaku sampai nekad menembak korban, Barung hanya menyampaikan terkait sesuatu hal yang dipegang teguh oleh pelaku.

“Tentunya kita tidak ingin melebar kepada hasil postingan itu nanti. Yang kita fokuskan di sini bagaimana menangani kasus penembakan ini, hasil postingan akan kita bongkar nanti,” ujarnya.

Penyelidikan awal juga ditemukan, senjata api yang dipakai pelaku menghabisi nyawa korban adalah jenis senjata api rakitan dan menggunakan peluru organik. Belakangan diketahui, antara pelaku dengan korban merupakan sahabat dekat.

Korban saat kejadian mengalami luka tembak di bagian dada sebelah kiri hingga tembus ke belakang, petugas kepolisian sempat melarikannya ke RSUD Dr Soetomo, Surabaya untuk dilakukan perawatan. Namun nahas, jiwanya tak tertolong dan meninggal dunia pada hari Kamis (22/11/2018) sekitar pukul 16.05 WIB.

“Yang bersangkutan menghembuskan nafas terakhir pukul 16.05 WIB kemarin,” katanya.

Jenazah Subaidi kemudian dibawa kembali ke Kabupaten Sampang, Madura. Diserahkan kepada keluarga korban untuk dimakamkam.

Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...