FaktualNews.co

Razia Kendaraan Beratribut TNI, Pemuda di Mojokerto Terpaksa Lepas Celana

Peristiwa     Dibaca : 612 kali Penulis:
Razia Kendaraan Beratribut TNI, Pemuda di Mojokerto Terpaksa Lepas Celana
FaktualNews.co/Amanu/
Seorang pemuda terpaksa melepas celana doreng saat terkena razia atribut TNI

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Mengantisipasi adanya penyalahgunaan atribut TNI Pomdam V Brawijaya melakukan operasi Gaktib. Operasi tersebut berlangsung di Jalan Mojopahit, Kota Mojokerto, Jawa Timur.

Dalam operasi tersebut, selain mengamankan sejumlah stiker yang tertempel di mobil maupun motor pengendara petugas juga mengamankan jaket juga celana pendek yang digunakan para pengendara. Bahkan, petugas juga mentertibkan satu anggota TNI yang tengah keluar jam dinas dan seorang pemuda bercelana doreng yang di suruh melepas di lokasi.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Dari pantauan di lokasi beberapa kendaraan yang kedapatan memakai seragam maupun setiker langsung di hentikan oleh petugas. Bahkan, seorang warga sipil yang bercelana doreng langsung di suruh melepas di lokasi. Beruntung karena memakai celana dalam berupa celana pendek berwarna hitam pria ini urung di lucuti petugas.

Kapten Septian Pogoh Agus handono Kepala urusan SIM TNI Kodam V Brawijaya mengatakan, Pomdam V Brawijaya sebagai supervisi pelaksanaan bidang operasi Gaktib melakukan tugas secara terus menerus melakukan pengawasan dan evaluasi di setiap jajaran di wilayah.

Maka dari itu, pihaknya datang ke Denpom V/2 Mojokerto untuk melakukan evaluasi dan operasi pelaporan Juknis dan jukmin sesuai. “Perintah panglima TNI untuk meningkatkan kinerja tugas pokok dan fungsi sebagai penjaga Tentara Indonesia sebagai penjaga kesatuan negara dapat melaksanakan tugas sesuai dengan perintah panglima TNI,” katanya.

Alhasil dalam operasi ini petugas mentertibkan empat orang yang menguntungkan atribut TNI. Hal ini di lakukan untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan dan merugika nama TNI.

Pogoh menjelaskan, antribut hanya boleh digunakan anggota TNI. Maka, baik organisasi masa maupun masyarakat sipil yang kedapatan mengunakan atribut TNI akan langsung di tindak.

“Untuk pelepasan atribut militer yang ditempel dikendaraan, hal ini untuk mengantisipasi adanya masyarakat atau oknum yang menyalahgunakan atribut tersebut untuk tindakan kejahatan,” jelasnya

“Sedangkan untuk sanksi bagi para pengendara yang kedapatan mengunakan atribut YNI akan diberi teguran dan tanpa mengurangi rasa hormat untuk melapas,” sambungnya.

Dan untuk anggota yang di tertibkan lantaran kedapatan bolos saat jam kerja, akan di kenakan tilang Balangtatib serta di kirim ke komandan satuan untuk di berikan sebagai.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...