FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Bawa Kabur Mobil, Seorang Perempuan di Mojokerto Diringkus Polisi

Peristiwa     Dibaca : 98 kali Jurnalis:
Bawa Kabur Mobil, Seorang Perempuan di Mojokerto Diringkus Polisi
FaktualNews.co/Amanullah/
Pelaku aksi penipuan dan penggelapan sebuah mobil Inova. Magie Pavinska Kaunang

MOJOKERTO, FaktualNews.co- Karena melakukan aksi penipuan dan penggelapan sebuah mobil Inova. Magie Pavinska Kaunang (40) asal Jalan Empunala, Gang Mawar II Sumolepen, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, diamankan anggota Satreskrim Polres Mojokerto Kota.

Kasubbag Humas Polres Mojokerto Kota, Ipda Katmanto, mengatakan pelaku ini diamankan di Lingkungan Ngaglik, Kelurahan Kranggan, Kota Mojokerto pada Selasa (27/11/2018). Selain mengamankan tersangka, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya berupa surat kendaraan berupa BPKB, nota pembelian di minimarket juga obat sakit gigi.

“Itu adalah yang digunakan awal modus pelaku untuk membawa kabur mobil Inova yang saat ini masih dalam pencarian petugas, “ujar Ipda Katmanto, Kamis (30/11/2018).

Dikatakan, dari hasil penyelidikan petugas. Modus yang digunakan pelaku ini dengan cara menyuruh korban untuk membeli obat di minimarket. Selanjutnya, saat korban membeli obat mobil langsung dibawa kabur pelaku.

Sedangkan kronologi penipuan dan penggelapan yang dilakukan pelaku, kata Katmanto, Rabu (9/8/2018) lalu, pelaku mendatangi korban Jeane Novika di di kantor yang berada di Jalan Empunala Gang Mawar II Sumolepen Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Selanjutnya sekitar pukul 16.00 WIB pelaku meminta untuk diantar pulang oleh keponakan korban bernama Harpa Jomi yang saat itu sedang berada di kantor. Dengan menggunakan Kijang Inova warna putih bernopol S-1013-QJ.

Namun, saat mengantarkan pelaku, di tengah tengah jalan tepatnya di Jalan Raya Ijen, Harpa Jomi disuruh membeli rokok dan obat sakit gigi. Saat itulah mobil langsung dibawa kabur oleh pelaku dan digadaikan kepada temanya.

“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 300 juta. Sementara pelaku terjerat pasal 378 dan pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal 3 tahun penjara, ” pungkas Ipda Katmanto.

Editor
Nurul Yaqin

YUK BACA

Loading...