FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Aksi Heroik Suyatin, Kakek Tua Tolong Tetangganya yang Kecebur Sumur

Peristiwa     Dibaca : 51 kali Jurnalis:
Aksi Heroik Suyatin, Kakek Tua Tolong Tetangganya yang Kecebur Sumur
FaktualNews.co/Zaenal Abidin/
Aksi Heroik Suyatin, Kakek Tua Tolong Tetangganya yang Jatuh ke Sumur

NGAWI, FaktualNews.co — Teriakan minta tolong seroang perempuan menusuk indera pendengaran Suyatin. Dia yang sore itu tengah menilik padi yang baru sepekan tanam di sawah tak jauh dari kediamannya, seketika terperanjat.

Sesaat setelah memasang telinga kuat-kuat, dia yakin sumber suara berasal dari rumah salah seorang tetangganya di Dusun Karangrejo, Desa Beran, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Suyatin bersama warga sekitar bergegas menuju rumah salah seorang tetangganya itu. “Pak Prasetyo kecemplung sumur,” kata Suyatin menyebut salah seorang tetangganya tersebut, Sabtu (1/12/2018).

Belasan warga langsung berkumpul di rumah Prasetyo kala itu, Selasa 13 November 2018 sekitar pukul 16.30. Istri Praseto yang menangis mengetahui suaminya tercebur sumur menambah panik suasana. Tidak ada pria atau pemuda yang berani menolong Prasetyo. Namun, tidak bagi Suyatin. Kakek 64 tahun ini menawarkan diri untuk menyelamatkan Prasetyo di dalam sumur. “Kasihan, mukanya sudah pucat,” ceritanya.

Suyatin yang juga Modin di dusun setempat, sempat mendapat larangan dari warga. Meski begitu, rasa iba sudah terlanjur menjalari sekujur tubuhnya. Mata Suyatin tidak kuasa melihat Prasetyo yang cuma kelihatan kepalanya di dasar sumur. Dia ingat betul bagaimana kepala Prasetyo yang pucat dan mendongak ke atas saat itu. “Kasihan saja melihatnya,” aku ayah empat anak dan kakek empat cucu tersebut.

Layaknya film-film drama, niat heroik Suyatin sempat mendapat kendala. Tali yang rencananya dipakai untuk menolong Prasetyo ternyata kurang panjang. Tali tidak sampai dasar dan menggantung sepertiga ke dalaman sumur sampai permukaan air. Suyatin menaksir, kedalamannya tidak kurang dari 15 meter. Tidak mau berlama-lama lantaran urusan nyawa, Suyatin berinisiatif mengambil tambang miliknya di rumah. “Kebetulan ada tambang lumayan panjang di rumah,” tuturnya.

Tak berselang lama, Suyatin yang diantar dengan motor oleh salah seorang warga, datang menenteng tambang. Seketika, tambang dilempar ke dalam sumur. Suyatin dengan mantap hati menuruni sumur dengan seutas tali. Dia memeranjat turun perlahan dengan ujung tali dipegangi belasan warga di sekitar mulut sumur. Semua mata menatap khawatir kakek pemberani ini kala itu.

“Sebenarnya sempat takut, tapi saya yakin dasar sumur tidak mengandung gas berbahaya. Itu saya simpulkan dari kondisi Pak Prasetyo yang masih hidup,” terangnya.

Sepasang kaki Suyatin menjejaki sisi dalam sumur sembari lengannya kuat memegang tambang. Tanpa dilengkapi alat keselamatan dan cuma bermodal yakin serta percaya kepada belasan orang yang menahannya dari atas, ia pun menuruni sumur. Licin sisi dalam sumur sempat membuat Suyatin sedikit terpeleset. Kendati begitu, dalam hitungan menit dia sudah merangkul tubuh Prasetyo yang menggigil.

“Ada dua tali saat itu. Tali yang saya pakai turun, saya lepas kemudian saya ikatkan ke pinggang Pak Prasetyo. Masih melek dia, tapi kelihatan linglung,” paparnya.

Serampung mengikat Prasetyo, Suyatin berdiam beberapa menit di dasar sumur. Kira-kira 10 dia bergelayutan di tali yang lebih kecil ukurannya dengan separo badan terendam air. Mata Suyatin menangkap jelas pemandangan Prasetyo yang perlahan naik dari dasar sumur berkat tarikan sejumlah warga. Payah yang dirasa Suyatin setelah menuruni sumur dan mengikat Prasetyo semakin komplit lantaran udara yang pengap. “Tetap gobyos saya, meski terendam air,” jelasnya.

Suara-suara kelegaan warga menyambut, sesaat setelah Suyatin berhasil dimentaskan dari dasar sumur dengan kondisi kuyub. Ucapan terima kasih tak henti-henti dilontarkan keluarga Prasetyo kepadanya. Suyatin lantas tidak pulang begitu saja. Dia bersama beberapa warga turut menemani keluarga Prasetyo yang masih dilanda ketakutkan. Dua bulan belakangan, diketahui bahwa Prasetyo, agak terganggu kejiwaannya.

“Setelah berhasil ditolong, dia (Prasetyo) mau lompat lagi malam itu. Kemudian kami mengaji bersama di sana,” tandasnya.

Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...