FaktualNews.co

Hari Anti Korupsi di Blitar, Polisi Dihadiahi Keranda Mayat

Kriminal     Dibaca : 681 kali Penulis:
Hari Anti Korupsi di Blitar, Polisi Dihadiahi Keranda Mayat
FaktualNews.co/Meidian Dona Doni/
Aktifis membawa keranda mayat dalam peringatan hari Anti Korupsi di depan Polres Blitar.

BLITAR, FaktualNews.co – Aktifis di Blitar menuntut Polres setempat menyelesaikan PR kasus korupsi yang belum terselesaikan selama 2018, pada peringatan Hari Anti Korupsi, Senin (10/12/2018).

Mereka mendatangi Polres Blitar dengan membawa keranda mayat serta dan tabur bunga di jalan sebagai simbil matinya keadilan di Blitar dalam melawan tindak korupsi.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

“Jangan sampai keadilan ini mati. Masih banyak tugas yang perlu diusut Polres Blitar mulai dari korupsi 12 dewan, dana KONI, Jasmas, workshop K2 dinas pendidikan dan korupsi dari tahun 2013, 2014, dan 2015,” kata koordinator aksi Mohammad Nawawi, di depan Polres Blitar, Senin (10/12/2018).

Dalam orasinya, mereka mendorong agar kasus korupsi yang ditangani segera selesai. Sebab, dalam melawan korupsi dibutuhkan sebuah keberanian. Dan sudah dari banyak daerah sudah menjadi contoh untuk membongkar kasus korupsi.

“Seperti kasus korupsi bansos KONI yang menyeret 12 anggota DPRD Kabupaten Blitar. 12 dewan ini sudah mengembalikan uang, tapi walaupun uang dikembalikan seharusnya kasus tetap berjalan, contohnya DPRD di Malang yang jadi tersangka semua, rata-rata sudah mengembalikan uang,” tegas Nawawi.

Menurutnya perlawanan melawan korupsi di Blitar menjadi berat setelah salah satu aktivis mereka M Trianto yang kini dijadikan tersangka kasus ITE oleh Polres Blitar.

“Jangan sampai ada kasus kriminalisasi kepada aktor anti korupsi. Kita tidak tahu kalau dibalik itu ada kekuatan politik yang kuat. Jangan sampai penegak hukum terkena pengaruh politik ini,” tegas Nawawi. (Meidian Dona Doni)

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...