FaktualNews.co

Perjuangan Belum Selesai, Asosiasi GTT-PTT Jember Terancam Pecah

Nasional     Dibaca : 853 kali Penulis:
Perjuangan Belum Selesai, Asosiasi GTT-PTT Jember Terancam Pecah
FaktualNews.co/Dokumen
Ratusan GTT PTT penuhi halaman depan gedung DPRD Jember.

JEMBER, FaktualNews.co – Perjuangan untuk mendapatkan SK bupati sebagai pengganti surat penugasan (SP), baru setengah jalan. Namun kondisi Asosiasi Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap (GTT-PTT) nampak mulai terpecah. Hal itu mulai dirasakan sejumlah GTT, saat sejumlah GTT datang ke Kantor Dispendik untuk mengambil SP.

Seperti yang disampaikan salah satu pengurus Asosiasi GTT-PTT Jember Nur Fadli, dia juga menyayangkan mundurnya Ilham Wahyudi sebagai ketua asosiasi. Padahal, saat ini perjuangan tenaga honorer sekolah itu belum mencapai kata final.

“Sejak awal kami komitmen berjuang bersama-sama untuk solid. Tetapi dikemudian hari, ternyata ada pengkhianatan, yaitu ketua kami. Karena perjuangan belum selesai. Malah kabur dengan berbagai macam alasan,” kata Fadli saat dikonfirmasi sejumlah awak media, Rabu (12/12/2018).

Dengan kondisi itupun, lanjut Fadli, pihakya mewakili GTT-PTT lainnya mengaku kecewa. “Dengan adanya pengkhianatan ini, tentu kami kecewa. Karena saudara Ilham mengundurkan diri. Apalagi diketahui, ada lobi-lobi yang dilakukan, dan terkesan meninggalkan kami. Istilahnya anak ayam yang kehilangan induknya, jadi semakin sengsara kami ini,” sambungnya.

Dengan kondisi ini, kata Fadli, ke depan pihaknya tetap berusaha solid. Puhaknya tetap akan berusaha solid, meskipun ada pembelot, terbukti setiap rapat selalu sepakat solid. Bahkan meskipun janji-janji SP, tetap mereka tolak.

Menurutnya, tuntutan tetap jalan, meskipun ada pengkhianat, tetap maju menghadapi. “Untuk Ilham belum ada pengganti sebagai ketua asosiasi, masih rapat, dan Jember dunia pendidikannya terpuruk,” sambungnya.

Ketua Asosiasi GTT-PTT Jember, Ilham Wahyudi membantah mundurnya sebagai ketua asosiasi, adalah bentuk penghianatan terhadap perjuangan GTT-PTT. Ilham berdalih, dirinya mundur karena istrinya yang berstatus PNS dan juga ibunya yang tidak berkenan, jika dirinya berada di depan memimpin aksi GTT-PTT.

“Saat memimpin aksi, saya selalu muncul di televisi, sehingga ada keberatan dari ibu, dan status PNS istri saya di rumah sakit. Bahkan terkait kondisi GTT-PTT, oleh pemerintah kabupaten, yang jauh sudah didekatkan, PPG sudah cair, BPJS juga sudah diberikan,” kata Ilham.

Apalagi lanjutnya, Pemkab Jember juga sudah berjanji untuk menyelesaikan semua persoalan secara bertahap. “Jadi apa yang saya perjuangkan? Karena persoalan dari istri, dan keluarga ini, yang membuat saya mundur. Jadi ini murni alasan keluarga. Ibu saya bahkan sampai sakit masuk rumah sakit,” sambungnya.

Ditambah lagi kondisi trauma yang dialami ibunya, kata Ilham, yang memiliki saudara, dan anaknya menjadi aktivis tahun 1998 di Jakarta. “Adanya ancaman dan lain sebagainya, ibu saya trauma itu,” tandasnya.

Namun dirinya mengaku tetap memantau pergerakan dari rekan-rekan GTT-PTT itu. “Saya tetap mengawal, dan mudah-mudahan SPnya tetap diselesaikan. Apalagi nanti sudah ditata sama pemerintah. Kalau saya SPN di SMP 1, jadi Selasa atau Rabu besok, akan dibagikan,” tandasnya.

Untuk selanjutnyaimbuhnya, terkait pergerakan dan tuntutan lainnya, dia tidak punya hak jawab dan bukan wewenangnya. Tetapi dia mendoakan teman-temannya segera dapat SP, lebih-lebih SK bupati. Dan dia sekarang kembali ke sekolah mengajar.

Namun dirinya tetap akan melanjutkan perjuangan, jika janji bupati tetap meleset. “Saya tetap mengamati meskipun bukan lagi ketua. Kalau sampai Januari, Februari tetap tidak ada perubahan, tidak menutup kemungkinan saya akan memimpin aksi kembali di depan,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin
Tags