Peristiwa

Keberangkatan Transmigran Asal Trenggalek Tertunda

TRENGGALEK, FaktualNews.co – Keberangkatan para transmigran asal Kabupaten Trenggalek masih tertunda. Dari jumlah delapan Kepala Keluarga (KK) yang mendaftar, ada enam keluarga yang keberangkatannya masih menunggu informasi dari Pemprov Sulawesi Tengah (Sulteng).

Penundaan tersebut dikarenakan proses pembangunan diwilayah tujuan masih belum selesai. Hal itu disebabkan terjadinya bencana alam gempa bumi dan tsunami beberapa bulan lalu.

“Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Trenggalek belum mendapatkan kepastian kapan enam keluarga tersebut akan berangkat mensukseskan program pemerintah pusat untuk perpindahan penduduk,” jelas Kabid Penempatan Tenaga (Penta) Kerja dan Transmigrasi Disperinaker Trenggalek Suparman, Rabu (19/12/2018)

Suparman menuturkan, tertundanya keberangkatan tersebut dikarenakan, proses pembangunan di daerah tujuan transmigrasi yaitu wilayah Kabupaten Tojo Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) belum selesai dilakukan.

“Proses pembangunan tersebut terhambat akibat dampak dari bencana gempa dan tsunami di Kota Palu beberapa bulan lalu. Mungkin Pemprov Sulteng masih fokus pada pembangunan infrastuktur di Palu, sehingga pembangunan daerah tujuan transmigrasi menjadi sedikit tertunda,” tuturnya.

Saat ini yang dilakukan adalah Disperinaker Trenggalek terus bekoordinasi dengan Pemprov Jatim terkait waktu selesainya pembangunan lokasi transmigrasi, hingga waktu keberangkatannya. Namun belum ada kepastian terkait hal tersebut.

“Jadi atau tidaknya keberangkatan enam keluarga ini masih menunggu kepastian. Kabar tersebut dipastikan akan ada dalam waktu dekat ini, mengingat saat ini sudah memasuki akhir tahun,” terang.

Suparman menambahkan, tahun 2018 Trenggalek mendapatkan jatah delapan keluarga untuk mengikuti program transmigrasi ke dua wilayah. Sehingga dua keluarga lainnya yang bertransmigrasi ke wilayah Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) sudah berangkat beberapa waktu lalu.

“Khususnya Trenggalek pendaftar yang ingin mengikuti program ini cukup banyak, namun juga tetap harus mengikuti seleksi terlebih dahulu. Mungkin banyaknya pendaftar dikarenakan mereka mendengar cerita kesuksesan kerabatnya yang mengikuti transmigrasi di tahun sebelumnya,” tutupnya.