FaktualNews.co

Belum Ada Rencana Tol Probowangi Lewat Jember

Ekonomi     Dibaca : 1562 kali Penulis:
Belum Ada Rencana Tol Probowangi Lewat Jember
Ilustrasi ruas jalan tol Trans-Jawa. Foto: arah.com

JEMBER, FaktualNews.co – Proyek tol yang menghubungkan Kabupaten Probolinggo – Banyuwangi (Probowangi), sedang diproses dan ditargetkan akan digarap 2019 mendatang dengan diawali proses konstruksi. Jalur tol yang merupakan bagian dari Proyek Trans Jawa itu, masih menyisakan ruas Probolinggo hingga Banyuwangi.

Diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan pengoperasian Trans Jawa hingga di Grati, Pasuruan.

Namun saat dikonfirmasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Tol Probowangi 1, Agus Winarno, apakah nantinya jalur tol tersebut akan melewati Kabupaten Jember. Menurutnya sampai saat ini, belum ada rencana perubahan pembangunan jalan Proyek Tol Trans Jawa. Dimana untuk jalurnya, masih melewati wilayah utara dan tidak melalui Kabupaten Jember.

“Sementara (informasi) dari Kementerian PU, yakni yang disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Masih lewat utara. Belum ada (perubahan). Tetapi nanti ada beberapa kemungkinan (misalnya perubahan),” ujar Agus saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (26/12/2018).

Apabila dilakukan perubahan jalur, lanjut Agus, semisal melewati Kabupaten Jember, perlu diadakan tindakan lanjut. “Seperti halnya melalui forum studi kelayakan, kemudian (pertimbangan) rute lain. Karena kendalanya terkait wilayah Baluran, yang melewati lapangan tembak, tetapi itu di wilayah Situbondo,” ungkapnya.

“Tetapi hingga saat ini, belum ada kesimpulan apakah ada perubahan jalur,” sambungnya.

Dimana jalur utara tersebut, Agus menyebutkan, nantinya melalui Kotamadya Probolinggo, Paiton, Besuki, Situbondo, Asembagus, Baluran, sampai ke Banyuwangi.

“Terkait informasi yang ramai dibahas tentang adanya perubahan jalur dengan melewati Jember, hal tersebut tidak salah. Karena sebuah harapan,” katanya. Agar wilayahnya dapat dilalui Tol Trans Jawa.

Namun Agus menegaskan, semisal adanya perubahan rute atau tidak, sepenuhnya menjadi kewenangan dari Kementerian PU sebagai pemilik proyek. ‘Sehingga pernyataan (apakah ada perubahan jalur atau tidak), adalah wilayah Kementerian PU, karena berhubungan dengan masyarakat,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...