FaktualNews.co

Keragaman dalam Bingkai Persatuan di Perayaan Natal GKI Pacet

Peristiwa     Dibaca : 674 kali Penulis:
Keragaman dalam Bingkai Persatuan di Perayaan Natal GKI Pacet
FaktualNews.co/Istimewa/
Kesenian ludruk saat perayaan natal di GKI Pacet

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Umat Kristiani jemaat GKI (Gereja Kristen Indonesia) Pacet, merayakan hari natal dengan cara yang tak biasa. Jika biasanya hanya melakukan misa, namun tidak kali ini. Mereka juga menggelar kesenian Ludruk. Tak hanya itu, sejumlah umat muslim pun datang untuk memberikan selamat.

Irama gamelan dari komunitas Persada Mojokerto begitu apik dan lembut mengiringi tarian Ngremo, jula juli dan pementasan Ludruk. Mereka mengiringi juga lagu-lagu Kristiani, mulai dari Malam Kudus, Hai Mari Berhimpun dan Gloria In Excelsis Deo. Lagu-lagu Kristiani begitu anggun dan indah ketika kerawitan Persada menabung gong, bonang, saron, peking, dan lain sebagainya.

“Tiga Pusaka Wasiat” karya Cak Muji, budayawan Mojokerto, menjadi tema yang menarik saat dipentaskan para pemain dari Ludruk Karya Budaya Mojokerto itu. Bahkan, pementasan ludruk ini berkolaborasi dengan jemaat GKI Pacet dengan sutradara Kukun Tri Yoga yang juga aktif di Jaringan GUSDURian Mojokerto.

“Di dalam pentas ludruk ini, kami juga mengundang bintang tamu pelawak Karya Budaya yaitu Cak Iyus dan Cak Liwon,” kata Kukun, Selasa (25/12/2018) malam.

Kukun mengaku sangat senang sekali bisa pentas di gereja. “Ini adalah pentas pertama kali Ludruk Karya Budaya menggelar acara di Gereja. Kalau gereja saja sangat menghargai budaya asli Jawa Timur, terlebih lagi lagi komunitas-komunitas yang lain,” imbuhnya.

Andreas Kristianto yang menjadi rohaniwan GKI Pacet mengatakan, sejak dulu GKI Bajem Pacet adalah gereja yang sangat menghargai budaya-budaya lokal. “Kalau acara natal, mereka selalu menampilkan tarian-tarian daerah. Dengan cara Menghidupi budaya, agama menjadi kontekstual dan peka terhahadap nilai-nilai keluhuran bangsa,” kata Andreas.

“Kami ingin merayakan natal di dalam kesahajaan, kerarifan lokal dan kesederhanaan yang ada di dalam nilai-nilai Ludruk. Karena sebenarnya pentas ludruk menggambarkan jati diri dan identitas masyarakat Indonesia,” tutur Andreas. Tidak heran tema ibadah natal kali ini adalah “Damai Sejahtera di Bumi Pancasila.

Kusnan yang menjadi ketua GKI Pacet mengaku begitu antuasias dengan perayaan natal kali ini. Karena ini adalah upaya untuk mengangkat kembali budaya ludruk yang sudah memudar di kalangan anak muda.

“Dari acara ini, kita semua berharap pemerintah juga ikut terlibat di dalam memperhatikan nasib kesenian rakyat asli Mojokerto. Apalagi sekarang Presiden Jokowi sudah mengesahkan undang-undang pemajuan kebudayaan,” ujar Kusnan.

Perayaan natal kali ini dihadiri oleh teman-teman jaringan Gusdurian komunitas seni persada, jemaat gereja-gereja di Pacet, sejumlah kira-kira 150 orang. Tidak hanya warga Kristiani saja yang datang, tetapi juga sejumlah warga muslim. Semuanya guyub dan menampilkan persaudaraan yang kuat antar sesama anak bangsa.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...