FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

KPM di Jombang Gadaikan KKS, Kepersertaan Terancam Dicabut

Peristiwa     Dibaca : 237 kali Jurnalis:
KPM di Jombang Gadaikan KKS, Kepersertaan Terancam Dicabut
FaktualNews.co/Muji Lestari/
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, M Saleh.

JOMBANG, FaktualNews.co – Fenomena gadai kartu bantaun sosial untuk program bantuan pangan non tunai (BPNT) dan program keluarga harapan (PKH) di Jombang, Jawa Timur, disikapi serirus oleh Dinas Sosial (Dinsos) setempat. Bahkan, bagi warga yang kedapatan menyalahgunakan bantuan sosial ini akan dicabut kepersertaanya sebagai keluarga penerima manfaat (KPM).

Kepastian itu disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial, M Saleh, saat menjawab pertanyaan sejumlah awak media di Kantornya, Jumat (28/12/18). Sesuai pedoman pada penyaluran PKH maupun BPNT, kartu keluarga sejahtera (KKS) dilarang dijual atau diserahkan kepada orang lain dengan alasan apapun. Hal ini, menurutnya, merupakan tanggungjawab secara pribadi sebagai penerima bantuan sosial tersebut.

“Bagi yang kedapatan menggadaikan atau menyalahgunakan bantuan ini akan kami laporkan ke Kemensos, bahkan kepersertaanya bisa dicabut secara langsung oleh pusat,” kata Saleh.

Dalam kesempatan ini, Saleh juga menyebut bahwa fenomena ini hanya dilakukan oleh penerima bantuan PKH yang notabene merupakan bantauan uang tunai. Dia pun memastikan, bahwa ke depan pihaknya bakal melakukan evaluasi secara menyeluruh kepada pendamping.

“Yang jelas kalau digadaikan ini bukan BPNT, sebab BPNT ini bentuknya bukan uang melainkan sembako, kedepan kami akan evaluasi pendamping karena KPM diwilayahnya memang tanggung jawab pendamping, kami akan menegur secara lisan maupun tertulis,” jelasnya.

Diduga hal ini tidak hanya di Desa Kedungmlati saja, melainkan juga terjadi hampir di semua wilayah di Jombang. Bahkan, menurut Kepala Dinsos, M Saleh, fenomena ini sebenarnya sudah sering terjadi sejak beberapa tahun lalu.

“Ini sebenarnya sudah dari awal PKH diluncurkan sudah ada laporan ini, konsekuensinya ya dicabut kepersertaanya oleh Kemensos, kami pernah menjumpai dulu memang ada laporan dan yang sekarang ini kedepan akan kami telusuri terus,” pungkas Saleh.

Sementara, kabar mengenai adanya kartu bantuan sosial yang digadaikan ini terjadi di Desa Kedungmlati Kecamatan Kesamben. Sejumlah penerima bantuan sosial, BPNT maupun PKH di Desa setempat diduga telah menggadaikan KKS mereka. Hal inipun dibenarkan oleh salah satu ketua kelompok bantuan sosial Dusun Ingas Kerep, Urifah.

Dia menyebut, ada sejumlah KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang sengaja menggadaikan KKS nya karena terbentur persoalan ekonomi. Bahkan, ungkapnya, KKS tersebut digadaikan kepada oknum yang diduga rentenir dengan nilai bunga yang cukup tinggi.

“Ada memang, sebagai ketua kelompok saya sebenarmya sudah menjelaskan agar KKS nya jangan sampai digadaikan. Digadaikan bervariasi ada yang Rp. 300 ribu dengan bunga Rp. 30 ribu per bulan, kabarnya,” ungkap Urifah

Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...