FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Sejumlah Penerima BPNT di Jombang, Diduga Gadaikan KKS

Peristiwa     Dibaca : 441 kali Jurnalis:
Sejumlah Penerima BPNT di Jombang, Diduga Gadaikan KKS
FaktualNews.co/Muji Lestari/
Warga penerima BPNT di Desa Kedungmlati, saat dikumpulkan.

JOMBANG, FaktualNews.co – Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Jombang, Jawa Timur, kembali jadi bahan perbincangan publik. Ini menyusul adanya sejumlah KPM (Keluarga Penerima Manfaat) di Desa Kedunglmati, Kecamatan Kesamben, diduga menggadaikan Kartu Keluarga Sejahteranya (KKS) kepada orang lain.

Rumor inipun kemudian disikapi oleh pihak Pemerintah Desa Kedungmlati. Hari ini, Jum’at (28/12/2018) ratusan KPM, baik peneirma BPNT mapun PKH (Program Keluarga Harapan) dikumpulkan di balai desa setempat. Upaya ini untuk memberikan pengarahan dan pembinaan kepada warga. Bahwa KKS dilarang untuk digadaikan atau dipegang orang lain yang tidak memiliki hak.

Kepala Desa Kedungmlati, Ilham, membenarkan adanya isu tersebut. Namun, sejauh ini pihak desa belum mendapati warganya yang telah menjual kartu mereka dengan metode berjangka waktu atau gadai ini. Menurutnya, rumor inipun tidak hanya terjadi di desanya saja. Namun isu ini juga dia dengar terjadi di desa lain.

“Ada rumor KKS digadaikan ke orang lain, kami langsung tindak lanjuti. Kami kumpulkan warga penerima manfaat kami beri arahan dan sosialisasi. Kami antisipasi agar jangan sampai KKS digadaikan dengan alasan atau dalih apapun, ” ujar Ilham.

Meski belum mengetahui berapa jumlah warganya yang sudah terlanjur menggadaikan KKS mereka. Mamun Ilham menghimbau agar kartu tersebut segera ditebus kembali.

“Hanya ada laporan, kami belum temukan siapa yang menggadaikan dan kepada siapa digadaikannya. Bagi yang sudah terlanjur kami minta segera diambil kembali, “imbuhnya.

Sementara di Desa Kedungmlati, ada sebanyak 380 warga yang tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baik PKH maupun BPNT. Untuk mengantisipasi fenomena gadai kartu ini, Ilham mengaku bakal melakukan pendataan KPM secara intensif.

“Kami memang belum tindak lanjuti ke warga, baru kami kumpulkan saja untuk diberi araham, “pungkasnya.

Editor
Nurul Yaqin
Tags

YUK BACA

Loading...